Idul Adha 2020
Tips Memilih Hewan Kurban yang Benar, Sehat dan Memenuhi Syarat di Idul Adha 2020
Bagi Anda yang sedang mencari bagaimana cara memilih hewan kurban yang baik dan benar, berikut tipsnya.
POS-KUPANG.COM - Bagaimana cara memilih hewan kurban yang baik dan benar?
Pertanyaan itu sering muncul ketika menjelang Hari Raya Idul Adha 2020 atau Hari Raya Kurban.
Terutama bagi Anda yang memiliki niat suci untuk menyembelih hewan kurban tahun ini.
Bagi Anda yang sedang mencari bagaimana cara memilih hewan kurban yang baik dan benar, berikut tipsnya.
Selain perkara gemuk dan sehat, Anda juga harus memperhatikan usia hewan kurban.
Karena usia hewan kurban menjadi salah satu syarat hewan tersebut boleh dikurbankan.
Selain itu, kita juga perlu mengetahui, ibadah kurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan.
Para ulama sepakat bahwa hukum berkurban adalah sunnah muakkad (sunnah yang dikuatkan/dianjurkan).
Khususnya bagi umat Islam yang mampu dan berkecukupan.

Dalam melaksanakan ibadah kurban, jenis hewan yang dibolehkan untuk kurban di antaranya adalah domba, kambing, sapi, dan unta.
Bagi sebagian umat muslim di Indonesia, domba dan kambing menjadi hewan kurban yang banyak dipilih orang.
Namun tak sedikit pula yang memilih sapi untuk dijadikan hewan kurban.
Perlu diketahui, untuk domba atau kambing bisa mewakili satu orang yang berkurban.
Sedangkan seekor sapi atau unta bisa mewakili tujuh orang yang berkurban.
Sebelum melaksanakan ibadah kurban, penting bagi umat muslim memilih hewan kurban yang baik.
• Pesan Ustadz Adi Hidayat, Jangan Sekali-Kali Potong Kuku dan Rambut Sebelum Sembelih Hewan Kurban!
Kepala Suku Dinas Ketahan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Utara, Rita Nirmala memberi sejumlah cara memilih hewan kurban yang baik seperti sapi atau kambing untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha, sebagai berikut:
1. Pilih hewan yang gemuk dan sehat
Masyarakat harus teliti saat memilih dan membeli hewan kurban agar hewan kurban itu benar-benar dalam keadaan sehat.
“Yang pertama pastikan mata hewan yang dipilih cerah dan tidak berair,” kata Rita.
Selain itu, perlu dilakukan pengecekan terhadap bagian hidung.
Menurut Rita, hidung hewan ternak yang sehat dan baik adalah hidung yang terlihat basah dan berair.
“Pastikan juga bulu hewan kurban tersebut dalam keadaan bersih dan tidak kusam. Hewan kurban yang akan dibeli juga tidak kurus,” ujar Rita.
Rita menambahkan, hewan kurban yang memiliki nafsu makan baik dan gerakan yang lincah layak dipilih.
Tak lupa, Rita mengatakan kita juga perlu perhatikan kotoran hewan tersebut, harus dalam kondisi normal dan tidak mencret.
2. Pastikan hewan bebas dari cacat
Hewan kurban diharuskan bebas dari cacat.
Maka kita perlu memastikan keempat hal, yakni hewan tidak bermata sebelah atau buta, tidak pincang yang sangat, tidak amat kurus, dan tidak berpenyakit yang parah.
Sebab, apabila hewan ditemui memiliki kondisi cacat yang mencakup 4 hal itu, maka tidak sah untuk dijadikan hewan kurban.
“Pastikan hewan tidak cacat, lihat bagian testis masih utuh sepasang, daun telinga utuh, tanduk tidak patah, kaki tidak pincang dan mata tidak buta,” kata Rita.
• Simak Baik-baik, Ini Panduan Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Selama Pandemi Covid-19
3. Hewan kurban cukup umur
Selain kondisi fisik, kita juga perlu memastikan kepada para pedagang bahwa hewan kurban tersebut sudah cukup umur.
Untuk sapi dan kerbau minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ketiga.
Sedangkan domba di atas satu tahun atau minimal berusia enam bulan apabila kesulitan mendapatkan domba berusia 1 tahun.
Kemudian kambing minimal berusia 1 tahun dan telah masuk tahun kedua.
Calon pembeli juga bisa memastikan hewan kurban tersebut telah cukup umur dengan melihat fisiknya, seperti tumbuhnya sepasang gigi tetap di rahang hewan kurban baik sapi, kerbau, domba, dan kambing.
Penyembelihan Hewan Kurban
Hewan yang hendak dikurbankan sebaiknya hewan yang paling baik, gemuk, sehat, dan tidak cacat, seperti pincang atau matanya buta.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah Ayat 267:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ
الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū anfiqụ min ṭayyibāti mā kasabtum wa mimmā akhrajnā lakum minal-arḍ, wa lā tayammamul-khabīṡa min-hu tunfiqụna wa lastum bi`ākhiżīhi illā an tugmiḍụ fīh, wa'lamū annallāha ganiyyun ḥamīd
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Penyembelihan hewan kurban harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syari'at.
• Begini Fatwa MUI Soal Ibadah Shalat Idul Adha & Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Covid-19
Menurut Ibnu Rusyd dari Madzhab Maliki didukung oleh Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, dan Imam lainnya, penyembelihan dilakukan setelah salat Idul Adha.
Dan batas akhir penyembelihan hewan kurban adalah terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan menurut Madzhab Syafii adalah 4 hari setelah Idul Adha. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Tips Memilih Hewan Kurban Idul Adha 2020, Kambing dan Sapi Harus Memenuhi 3 Syarat Ini.
Penulis: Fachri Sakti N