Breaking News:

Salam Pos Kupang

PT Terima Mahasiswa Baru

SAAT ini masa penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi (PT). Mekanisme penerimaan dan jatah sudah ditetapkan

PT Terima Mahasiswa Baru
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SAAT ini masa penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi (PT). Mekanisme penerimaan dan jatah untuk setiap perguruan tinggi sudah ditetapkan. Itu berarti, setiap perguruan tinggi negeri akan menetapkan target calon mahasiswa baru di lembaga itu.

Terkait dengan mekanisme penerimaan secara online tentu bukan masalah lagi di PT karena sudah dilakukan sejak lama pola atau metodenya seperti ini. Namun persoalannya sekarang, apakah mekanisme penerimaan mahasiswa baru itu sudah mempertimbangkan dari aspek lain atau tidak. Tentu persoalnnya terkait dengan Pandemi Covid-19.

Kapolres Ariasandy: Operasi Turangga Jangan Hanya Sekedar Rutinitas, Harus Ada Dampak

Kalau di kota besar seperti di Jawa, Sumatra atau Kalimantan tentu tidak masalah lagi karena memang jaringan internet tersedia dimana saja berada.

Persoalannya menjadi kian rumit seperti di NTT terkait jaringan internet yang belum merata di semua wilayah. Hanya kota kabupaten saja jaringan internetnya memadai dan untuk daerah perkampungan atau pelosok-pelosok NTT tidak bisa diakses sama sekali.

Romo Aleksius Minta Perhatian Julie Laiskodat Bagi Pembangunan Gedung Gereja Paroki Borong

Salah satu jalan keluar adalah calon mahasiswa dari pelosok terpaksa harus datang ke Kota untuk mendaftarkan diri. Kalau PT Negeri tentu bisa diakses dari kabupaten tetapi masalah sekolah-sekolah kedinasan seperti IPDN, calon mahasiswa dari daerah harus mengikuti tes di Kota Kupang. Ini tentu menjadi sulit di masa Pandemi Covid-19 karena Kota Kupang masuk zona merah Covid-19.

Buntut dari mekanisme ini akhirnya calon mahasiswa dari pelosok NTT pasti kehilangan peluang untuk masuk sekolah dinas. Mereka yang ada di Kota Kupang saja yang bisa masuk sekolah dinas karena peluang untuk mengikuti testing sangat besar.

Belum lagi bicara soal jatah mahasiswa. Perguruan Tinggi Negeri selama ini terkadang mengambil jatah mahasiswa terlalu banyak jumlahnya dan Perguruan Tinggi Swasta hanya mendapat sisa saja karena tidak lolos masuk PT Negeri.

Idealnya, pemerintah mulai merancangkan metode baru dengan membatasi jumlah mahasiswa di PT Negeri sehingga PT Swasta bisa kebagian mahasiswa.

Dampak lainnya, semakin terbatas jumlah yang diterima PT Negeri maka kwalitas calon mahasiswa juga akan mumpuni atau berkwalitas. Artinya, tidak sekedar memenuhi kuota tetapi lebih mengutamakan kwalitas. Mudah-mudahan hal ini menjadi bahan refleksi bagi pemerintah dari berbagai tingkatan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved