BNI Salurkan KUR Rp 12,28 M Kepada 585 Peternak Binaan di Kupang
BNI Cabang Kupang telah menyalurkan sebanyak KUR sebesar Rp 12,28 miliar kepada 585 peternak binaan di Kupang saja
Penulis: Ryan Nong | Editor: Hermina Pello
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Melihat peternakan sapi memiliki peran ekonomis yang besar di masyarakat, BNI Kantor Cabang (KC) Kupang berinisiasi mensejahterakan masyarakat khususnya para peternak sapi dengan memberikan akses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).
KUR ternak diberikan oleh BNI dengan bekerjasama dengan BUMP yang membawahi peternak binaan serta berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang.
Dalam program tersebut, ekosistem pemberdayaan peternakan dibentuk dengan sistem klaster agar peternak memiliki pendampingan, akses pembiayaan, hingga pemasaran hasil ternak yang terpadu dengan baik.
Sejak awal Tahun 2019, BNI KC Kupang aktif menggandeng peternak dan mendorong usaha mereka dengan akses permodalan. Membentuk klaster ternak sapi, BNI memberikan modal kerja kepada peternak dengan nilai rata-rata sebesar Rp21 juta per peternak untuk membeli tiga sapi muda.
Modal kerja tersebut oleh peternak yang kemudian dipantau oleh BUMP untuk dibeli sapi dan dirawat dalam program penggemukan. Jangka waktu pinjaman diberikan selama 12 bulan dengan estimasi sapi telah memperoleh bobot ideal yang cukup dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Dalam rilis yang diterima dari BNI Cabang Kupang, Minggu (19/7) disebutkan Pemimpin Bidang BNI KC Kupang, Rumiris Evy Silvia Sitorus menjelaskan program klaster dan pembiayaan KUR untuk peternakan sapi ini menjadi salah satu fokus BNI.
"Mengesampingkan bisnis, kami melihat bahwa peternakan di Kupang adalah denyut ekonomi sebagian masyarakat dan peternakan disini memiliki sejarah yang panjang, di satu sisi peternak sebelumnya dinilai kurang diperhatikan oleh perbankan. Hari ini kami membuktikan bahwa dengan kerjasama yang baik dari semua pihak, derajat dan ekonomi peternak telah kami angkat," katanya saat bersama petugas BNI memantau aktivitas di Pelabuhan Tenau karena sekitar 200 peternak binaan mereka yang menerima KUR ternak siap untuk mengirimkan sapi-sapi mereka. Ini merupakan kali kedua BNI melakukan pembiayaan dan pelepasan sapi dari peternak binaan mereka. Kali pertama adalah pada 2019 dengan hanya melibatkan sekitar 30 peternak.
Pada kesempatan terpisah, GM Bisnis Usaha Kecil 2, Bambang Setyatmojo menjelaskan bahwa Kupang merupakan salah satu bukti perhatian BNI kepada sektor peternakan.
"Kami telah menyalurkan sebanyak KUR sebesar Rp 12,28 miliar kepada 585 peternak binaan di Kupang saja," katanya
Lebih lanjut ia menambahkan, hingga 30 Juni 2020 KUR peternakan telah disalurkan BNI sebesar Rp.234,05 miliar kepada 2.909 debitur ternak. Hal ini menjadi salah satu program BNI terkait bagian dari dukungan ketahanan pangan nasional.
Salah satu peternak, Lukas Tefa,yang mengaku telah menjadi peternak selama 35 tahun menceritakan keluh kesahnya. Ia mengaku, sejak penyebaran Covid-19 pada Maret 2020, Indonesia termasuk NTT menerapkan pembatasan sosial. Hal ini berdampak pada lalu lintas perdagangan komoditas antar pulau, tak terkecuali sapi.
• Golkar Survey 17 Pasangan Calon Kepala Daerah Untuk Lima Kabupaten di NTT
Lukas yang penuh kebanggaan dengan usaha yang digelutinya, namun, akhirnya merasakan kelesuan usaha dalam 4 bulan terakhir. Hal itu membuat dirinya tak berpenghasilan dan tidak dapat menafkahi keluarga dari usaha peternakan yang biasa dijalankannya.
Lukas Tefa, peternak dari Desa Oinlasi menceritakan bahwa peternakan dan penggemukan sapi merupakan mata pencaharian utama masyarakat di desanya, termasuk di daerah lain di Kupang.
"Kami sangat bingung ternyata dampak Covid-19 ini sampai membuat pemberangkatan kapal dibatasi hingga ditutup. Otomatis ternak sapi kami tidak bisa dijual ke daerah tujuan", keluhnya. Keluhan yang sama juga dirasakan oleh ribuan peternak lainnya di Kupang dan daerah lain di NTT.
DI Kupang dan daerah lain di NTT, peternakan sapi merupakan komoditas unggulan. Tercatat pada Tahun 2019 sebanyak 80.440 ekor sapi dikirim keluar daerah untuk memenuhi permintaan kebutuhan daging sapi nusantara dimana lebih dari separuhnya dipasok dari Kupang.