Wajib Tahu Moms, 11 Mitos Demam pada Anak, Biar Tidak Salah Pengobatannya

Mereka khawatir anaknya bis kejang, koma, buta, otaknya rusak, bahkan meninggal dunia akibat demam.

Editor: Rosalina Woso
Shutterstock
ilustrasi anak demam 

Tetapi, keadaan ini biasanya berlangsung tidak lama dari lima menit.

Kejang demam juga tidak menyebabkan kerusakan otak permanen.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang pernah mengalami kejang demam tidak berisiko menjadi gangguan perkembangan, gangguan belajar, atau epilepsi (kejang tanpa demam).

6. Demam harus segera ditangani dengan obat

Mitos: Demam harus segera ditangani dengan pemberian obat penurun panas.

Fakta: Demam hanya diobati jika anak menjadi rewel dan gelisah (tidak nyaman).

Biasanya, kondisi tersebut terjadi pada suhu di atas 39-39,5 derejar Celsius.

7. Demam akan terus naik jika tak diberi obat

Mitos: Demam yang tidak diberikan obat penurun panas akan terus naik suhunya.

Fakta: Tidak benar demikian. Tubuh memiliki termostat di otak sehingga demam pada kondisi infeksi biasanya tidak melebihi 39,5-40 derajat Celsius.

Jarang sekali suhu tubuh anak saat demam mencapai 40,6-41,1 derajat Celsius.

Jikapun terjadi, kondisi tersebut jarang menyebabkan komplikasi.

8. Obat demam bisa buat suhu tubuh normal lagi

Mitos: Demam yang diobati dengan obat penurun panas akan kembali mencapai suhu normal.

Fakta: Biasanya obat penurun panas hanya bisa menurunkan suhu tubuh 1-1,5 derajat Celsius.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved