Persib Bandung

Kasus Pelemparan Bus Persib Liga 1 Tahun 2019 Diungkap Nick Kuipers ke Media Belanda, Simak Info

Pemain belakang Persib Bandung, Nick Kuipers menceritakan peristiwa bus Persib yang dilempar batu kepada media Belanda.

Editor: Ferry Ndoen
Tribun Jabar/Ferdyan Adhy nugraha
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar dan pemain Persib Bandung Omid Nazari 

Nick Kuipers dalam laga Persib Bandung vs Perseru Badak Lampung FC di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (16/12/2019). Tuan rumah menang telak 4-0, Nick Kuipers mencetak satu gol. (Tribun Jabar/Deni Denaswara)
Karena insiden itu, pertandingan melawan Persija digelar di Bali tanpa penonton.

Hal itu disayangkan Nick Kuipers.

"Sangat disayangkan, karena mereka memiliki stadion untuk delapan puluh ribu penggemar dan dan Anda ingin mengalaminya sekali," ujar Nick.

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul Ke Media Belanda, Nick Kuipers Cerita soal Insiden Bus Persib Dilempar Batu hingga Dimarahi Sang Pacar 

 Bus Persib Dilempari, Begini Kata Robert

Insiden pelemparan batu ke bus Persib Bandung seusai pertandingan menghadapi PS Tira Persikabo, Sabtu (14/9/2019) membuat pelatih Robert Alberts kesal.

Robert Alberts mengatakan bahwa seharusnya pelaku berfikir bahwa yang dilakukannya bisa merusak sepakbola Indonesia.

"Siapapun yang melakukan ini harus berfikir apa yang telah dia perbuat. Ini bukan hanya tentang pelemparan batu, ini menyebabkan banyak masalah bagi masyarakat sepakbola seluruh Indonesia dan juga kejadian yang tidak terisolasi ini terjadi sebelumnya di sepakbola Indonesia dan seharusnya tidak terjadi," ujar Robert Alberts dalam video yang diunggahnya di kanal Youtube pribadinya, Selasa (17/9/2019).

Live Streaming Arema FC vs Persib Bandung, lanjutan Liga 1 2019, Selasa (30/7/2019).
Live Streaming Arema FC vs Persib Bandung, lanjutan Liga 1 2019, Selasa (30/7/2019). (Twitter/persib)

Omid Nazari pemain asing Persib Bandung luka sobek akibat bus Persib Bandung dilempar batu. (Kolase Tribun Jabar (Instagram/omidnazari))
Dalam kejadian ini, Omid Nazari dan Febri Hariyadi cedera di bagian kepala karena terkena pecahan kaca busa.

Bahkan, Omid harus menerima sembilan jahitan yang membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit usai insiden.

"Dia bisa saja mencederai. Omid sangat parah, Omid masih beruntung bisa menghindar dari batu tersebut yang mengarah ke matanya. Jika saja batu tersebut mengenai matanya, dia bisa saja kehilangan penglihatannya. Serpihan dari kaca juga mencederai banyak pemain di sekitarnya," katanya.

"Jika pemain cedera atau kehilangan pengelihatannya atau bahkan lebih parahnya sampai meninggal yang mana pernah terjadi juga di sepakbola Indonesia, apakah ini bisa jadi sesuatu yang bisa dibanggakan? Apa ini yang kita inginkan?" Ucapnya.

Sepakbola Indonesia, menurut Robert Alberts, akan memiliki preseden buruk jika dihiasi oleh kekerasan, baik itu antar suporter atau pemain dengan suporter.

Padahal menurutnya, sepakbola Indonesia dikenal masyarakat Asia Tenggara sebagai tempat yang fantastis untuk berkarier karena antuasiasme suporternya.

"Sebagai suporter sepakbola di Indonesia, banyak orang melihat Indonesia sebagai tempat yang fantastis. Antuasiasnya di sepakbola tidak bisa dilihat di negara Asia Tenggara manapun, pemain asing pelatih asing banyak yang mau main di Indonesia karena atmosfernya karena kontribusi yang positif sebagai suporter yang baik," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved