Bupati Sikka Perintahkan PDAM Survey Air di Baomekot

PDAM diminta melakukan pemetaan agar ada jaringan air yang dibangun ke pemukiman warga.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Bupati Sikka Perintahkan PDAM Survey Air di Baomekot
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Sumber mata air di Desa Baomekot, Sikka.

Bupati Sikka Perintahkan PDAM Survey Air di Baomekot

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Bupati Sikka, Robby Idong telah memerintahkan PDAM Sikka guna melakukan survey pembangunan jaringan air bersih di Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang.

PDAM diminta melakukan pemetaan agar ada jaringan air yang dibangun ke pemukiman warga.

Demikian penjelasan Kades Baomekot, Laurens Sai kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Senin (13/7/2020) siang.

Kades Sai menjelaskan, pihak PDAM bersama pihak ketiga yang melakukan survey air di desanya telah bertemu dirinya di kantor desa guna membahas pembangunan jaringan air.

"Hari ini, Bupati Sikka dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan vital masyarakat akan air minum telah memerintahkan PDAm dan pihak ketiga melakukan survey di dua titik air di Baomekot dalam rangka pengeboran air tanah.Saya atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih kepasa Bupati Sikka," ujar Kades Sai.

Ia mengungkapkan, kebutuhan air bagi warga Baomekot memang sangat penting.

Pasalnya, air bagi wargs masih menjadi masalah setiap tahun.

Sebelumnya, warga Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka ingin sumber mata air di desanya bisa terjaga sampai ke anak cucu.

Bersama pihak desa, warga melakukan aksi tanam pohon di lokasi mata air.

Yang mana penanaman pohon ini disampaikan Kades Baomekot, Laurens Saii kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Minggu (12/7/2020) pagi.

Ia menjelaskan, mata air di Baomekot ada tiga. Namun lokasinya berada di bawah pemukiman warga.

"Warga harus turun ke mata air lalu pulang mendaki dengan tangan memegang jerigent. Maka itu kami sangat mengharapkan ada perhatian dari Pemkab Sikka membangun jaringan air di desa kami. Kami butuh, jalan, air dan listrik," kata Kades Sai.

Ia menjelaskan, kalau di desanya kelompok pecinta alam yang selalu menjaga mata air agar bisa bertahan di musim kemarau.

BPD NTT Serahkan Kartu Tanda Mahasiswa bagi Politani Negeri Kupang

Obat yang Ditemukan Saat Razia Aparat di Sikka Ternyata Paracetamol

Sambut Tahun Ajaran Baru, Pegadaian Beri Program TAS Baru 2020

"Ada warga yang masih beli air tangki dan ada yang turun ke mata air. Warga berjalan kaki sejauh 3 Km untuk mendapat air bersih," papar Kades Sai.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved