Olivia Zalianty Buka Konser Puitik Natur di Pantai Ria 'Dari Ende untuk Pancasila'
Artis dan pemain teater Olivia Zalianty bakal membuka Konser Puitik Natur bertema 'Dari Ende untuk Pancasila'.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | ENDE - Artis dan pemain teater Olivia Zalianty bakal membuka Konser Puitik Natur bertema 'Dari Ende untuk Pancasila'.
Konser tersebut digelar di Pantai Ria Kabupaten Ende, dekat Pelabuhan Ende, tempat Presiden pertama Republik Indonesia (RI), pertama kali menginjakann kaki di Ende.
Sebagaimana diketahui Ir. Soekarno atau Bung Karno diasingkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1934 hingga 1938 di Ende.
• Dinas Peternakan Lembata Wajibkan Proses Penjagalan di Rumah Potong Hewan
Rencananya konser digelar di atas miniatur kapal di Pantai Ria, malam ini pukul 19.00 Wita, Kamis (9/7/2020), menghadirkan Bara Pattyradja, sastrawan dan penulis buku berkolaborasi dengan seniman Ende, yakni Cotok Pati dan Ende Mic.
Dalam jumpa pers yang digelar di Pantai Ria, Rabu (8/7/2020), Azrul Azwal selalu koordinator mengatakan, konser diinisiasi oleh seniman-seniman Ende. "Kebetulan Bang Bara Pattyradja berkunjung ke Ende kita kolaborasi," ungkapnya.
• Kuasa Hukum NAK, Melkzon Beri: Kami Punya Hak Hukum Memberikan Bantahan
Menurutnya, konser yang akan dipandu oleh Kharisma Agung ini, bakal menyajikan berbagai suguhan yang menggugah dan menarik. Karena Olivia tidak berhalangan hadir, openinnnya oleh Olivia secara virtual.
Bara Pattyradja mengatakan 'Dari Ende untuk Pancasila' sebagai tema konser tersebut karena Ende merupakan bagian dari irisan sejarah yang sangat erat dengan kelahiran gagasan Pancasila.
"Kita tau bersama bahwa presiden kita, Bung Karno pernah diasingkan ke sini, makan dari tanah Ende, hidup dari air Ende yang memengaruhi Bung Karno secara psikologis-mental, gagasan," ungkapnya.
Dia menegaskan Ende bukan sekedar Kota Pancasila tetapi juga Kota gagasan. Ende bukan sekedar masa lalu tetapi juga masa depan. Oleh karena itu, dia memotivasi para seniman di Ende.
Disinggung mengenai karya-karyanya Bara Pattyradja mulai berkiprah di panggung sastra sejak tahun 2005. Puisi-puisinya yang dibukukan dalam, Bermula Dari Rahim Cinta.
Tidak berhenti di situ, 2006 Bara melahirkan karya berjudul, Protes Cinta Republik Iblis.
Namanya kian dikenal. Karya-karya selanjutnya, antara lain, kumpulan puisi berjudul Samudra Cinta Ikan Paus, Pacar Gelap Puisi yang diterbitkan pada 2016. Tahun 2019 Bara Pattyradja menerbitkan dua buah karya, Aku Adalah Peluru dan Geser Dikit Halaman Hatimu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)