Persib Bandung
Ini 3 Hal Kebahagian Gelandang Persib Bandung Ghozali Siregar
gelandang Persib Bandung, Ghozali Siregar, sedang berbahagia. Ia merayakan ulang tahun ke-28 pada Sela
Awal musim ini, catatan sama sekali berbeda bagi Gozo. Robert Alberts sama sekali belum menurunkan pemain yang dilahirkan di Dolok Sanggul, Sumatra Utara, itu.
Ghozali kalah bersaingan dari Esteban Vizcarra dan Frets Butuan. Harapan Gozo, tentu saja, belum sirna.
Bahkan, jalan tampak lebih terbuka karena jeda empat bulan membuat Pangeran Biru membangun kembali kekuatannya.
Kini, semua pemain mempunyai kesempatan yang sama lagi untuk merebut tempat utama dalam tim.
Sebagai bukti tekad kuatnya untuk berjuang dan mengangkat trofi juara bersama Persib Bandung, Ghozali Siregar pun memantapkan hati memboyong sang istri ke Bandung.
Lagi pula, ia dan sang istri sedang dalam masa bulan madu setelah menikah pada 12 Juni lalu.
"Kami sedang cari tempat (rumah) sekitar sini," ujar pemain bernomor punggung 77 tersebut.

Pemain Persib Bandung Ghozali Siregar berebut bola di udara dengan pemain PS Tira Persikabo dalam pertandingan Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (2/2/2019). Persib Bandung kalah 1-2 dari PS Tira Persikabo. (Tribun Jabar/Deni Denaswara)
Belum Jelas Soal Gaji
Ghozali enggan berkomentar banyak perihal pertemuan dengan manajemen di Graha Persib, Selasa (7/7).
"Belum selesai, masih gantung," ujarnya soal pembahasan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu.
Soal pemotongan gaji 50 persen berdasarkan surat keputusan (SK) PSSI, Ghozali Siregar pun mengatakan tak bisa berbicara banyak.
"Saya enggak tahu 50 persen ini dari mana. Saya enggak tahu SK-nya pembahasan kaya gimana. Setiap pemain kan punya pemikiran beda-beda soal surat itu. Jadi, belum jelas sama sekali," kata gelandang berusia 28 tahun tersebut.
Sebelumnya, PSSI mengeluarkan SK bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020.
Satu di antara poinnya adalah klub peserta Liga 1 dan Liga 2 diizinkan untuk menegosiasi ulang gaji para pemain.
Liga 1 berada di angka 50 persen sementara Liga 2 60 persen atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku di masing-masing domisili klub.