Dua Nelayan TTU Selamat dari Musibah Kapal Rusak Ditengah Laut, Yuk Simak Ceritanya!

Kedua nelayan tersebut langsung dievakuasi oleh tim medis Oecusse dan PNTL Oecusse ke tempat Karantina Hotel Ambeno.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Dua nelayan asal TTU saat dideportasi oleh otoritas setempat, Selasa (7/7/2020). 

Dua Nelayan TTU Selamat dari Musibah Kapal Rusak Ditengah Laut, Yuk Simak Ceritanya!

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Dua nelayan asal Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yakni Yohanes Nabu (40), dan Primus Taunais (30) yang dilaporkan hilang akhirnya kembali ditemukan terdampar di perairan Pantai Makassar, Distrik Oecusse, Timor Leste pada, Sabtu (4/7/2020).

Kedua nelayan tersebut langsung dievakuasi oleh tim medis Oecusse dan PNTL Oecusse ke tempat Karantina Hotel Ambeno.

Setelah menjalani masa karantina, kedua nelayan tersebut kemudian di deportasi oleh otoritas setempat pada, Selasa (7/7/2020) melalui PLBN Wini.

Kapolres TTU, AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas kepada Pos Kupang mengaku, berdasarkan pengakuan dari dua nelayan tersebut bahwa pada hari, Sabtu (4/7/2020) sekira pukul 07:00 Wita, Yohanes Nabu bersama tiga orang temannya yaitu Primus Taunais, Jefrianus Naheli dan Yani Naheli pergi melaut.

Mereka pergi melaut mencari ikan menggunakan perahu motor honda 6 PK di sekitar perairan Kolamtua, Oebubun, Mena, di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU.

Setelah berada di tengah laut, sekira pukul 12:00 Wita, mesin perahu yang ditumpangi keempat nelayan tersebut rusak.

Meskipun mesin perahu dalam keadaan rusak, perahu tersebut masih bisa terapung di perairan Kolamtua. Saat itu, mereka masih bersama-sama bertumpuh pada perahu yang rusak tersebut.

Diperkirakan pukul 14:00 Wita, Jefrianus Naheli dan Yani Naheli berenang ke tepian menggunakan jerigen sebagai pelampung untuk meminta bantuan.

"Namun karena Jefrianus dan Yani tak kunjung datang, maka keesokan harinya, pada tanggal 5 Juli 2020, sekira pukul 06:00 Wita, Yohanes dan Primus akhirnya memutuskan untuk berenang ke tepian pantai menggunakan pelampung pukat dari tengah laut di perairan Tanjung Bastian. Keduanya terbawa arus, sehingga terseret sampai ke tepi pantai perairan Oecusse di Desa Costa, Kecamatan Pante Makassar (persis di depan Kantor KBRI Oecusse) pada pukul 23.00 Wita," ujarnya.

Lanjut Nelson, melihat keduanya terdampar, tim medis pemerintah Oecusse dan pihak PNTL Oecusse kemudian langsung melakukan evakuasi terhadap kedua nelayan asal TTU tersebut ke tempat karantina di Hotel Ambeno.

"Setelah menjalani masa karantina keduanya dideportasi pada hari ini, Selasa (7/7/2020) melalui PLBN Wini," ungkapnya.

Ini Tujuan Yapersukna Adakan Pelatihan Berbasis Komputer di Mbay

Panen Hadiah Simpedes BRI Larantuka, Pangkrasius Bawa Pulang Mobil Mewah

Mari Mengenal Tentang Kromium dan Cara Mencegahnya Moms

Nelson mengungkapkan, setelah dideportasi, kedua nelayan tersebut langsung dibawah oleh keluarganya ke Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved