Timor Leste Sudah 18 Tahun Lepas dari Indonesia, Jadi Negara Merdeka Tapi Masih Miskin
Meskipun sudah merdeka, negara di bagian timur Pulau Timor itu masih tergantung dengan Indonesia sebagai pemasok bahan kebutuhan pokok termasuk bahan
Republica Democratica de Timor Leste, itulah nama resmi negara Timor Leste pasca memerdekakan diri dari Indonesia.
Hingga tahun 2020, artinya, negara berdaulat yang berdekatan batas dengan Provinsi NTT ini sudah berusia 18 tahun.
Usia yang masih cukup muda untuk sebuah negara.
Namun, bagaimana kondisi perekonomian Timor Leste setelah merdeka dari Indonesia hingga kini?
Ternyata menurut laporan resmi Bank Dunia tahun 2020 pada Minggu (5/7/2020), pertumbuhan ekonomi di Timor Leste terbilang masih lambat dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Negara Timor Leste masih jadi salah satu negara termiskin di dunia. Bahkan Timor Leste termasuk 20 negara termiskin di dunia.
Dikutip dari laporan United Nations Development Programme (UNDP), Timor Leste berada di peringkat 152 negara sebagai negara termiskin di dunia dari 162 negara.
PDB per kapita Timor Leste diperkirakan akan mencapai 2.356 dollar AS atau sekitar Rp 34,23 juta (kurs Rp 14.532) pada Desember 2020.
Catatan yang dimiliki oleh Timor Leste masih jauh bawah pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2019 lalu sebesar 4.174,9 dollar AS atau sekitar Rp 60 juta.

Anggota Satgas Pamtas melakukan pengamanan di pasar antar negara Turiskain, Jumat (13/4/2018). (Pos-Kupang)
Sejumlah sektor ekonomi Timor Leste sebenarnya masih sangat bergantung pada Australia dan Indonesia, terutama barang-barang impor.
Pada tahun 2019, sebagaimana dilaporkan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Timor Leste sekitar 4,1 persen di tahun 2020 dan meningkat menjadi 4,9 persen di tahun 2021.
Menurut Bank Dunia, pertumbuhan investasi swasta di Timor Leste itu masih saja melempem dari tahun ke tahun pasca-merdeka, ini terkait dengan stabilitas politik dan ekonomi di negara itu yang masih bergejolak. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga terus mengalami peningkatan.
"Timor Leste menyambut baik pertumbuhan PDB, tetapi reformasi masih jadi kunci untuk mengejar potensi investasi dari sektor swasta sesuai dengan target pemerintah yang menetapkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen dan penciptaan setidaknya 600.000 lapangan kerja baru per tahun," jelas Pedro Martins, Ekonom Senior Bank Dunia untuk Timor Leste.
Meski investasi sektor privat yang masuk masih rendah, negara ini masih menikmati stabilitas ekonomi makro dan inflasi yang masih terkendali.