Rabu, 15 April 2026

Covid 19

Sri Mulyani Permudah Pencairan Anggaran Kesehatan Untuk Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memermudah pencairan anggaran kesehatan untuk Covid-19.

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menkeu RI, Sri Mulyani 

POS-KUPANG.COM|JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memermudah pencairan anggaran kesehatan.

Hal itu dilakukan untuk mempercepat upaya pemerintah dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19) di dalam negeri.

Untuk itu, pemerintah bakal mengizinkan pencairan anggaran meski dokumen yang dibutuhkan belum lengkap.

Kasus Covid-19 Rekor Tertinggi, Bamsoet Minta Pemerintah Perketat PSBB Transisi

Nantinya, Kemenkeu bakal memeberikan 'uang muka' kepada otoritas terkait.

Sebab, selama ini pasien Corona terus bertambah, namun penyaluran dana dari pemerintah masih kecil.

"Terobosan kita sekarang, dokumen belum lengkap enggak apa-apa, sambil jalan dokumen bisa dipenuhi, karena memang ada beberapa program yang existing. Ini sudah jalan," ujar Kunta dalam video conference, Jumat (2/7).

Untuk diketahui, hingga 24 Juni 2020, realisasi anggaran kesehatan mencapai 4,68 persen atau sekitar Rp 4,09 triliun dari total anggaran Rp 87,5 triliun.

Kronologi Lengkap Pekerja Proyek di Labuan Bajo Temukan Kerangka Manusia

Serapan ini masih rendah jika dibandingkan dengan realisasi anggaran penanganan pandemi di beberapa sektor lain.

Meski demikian, Kunta menilai hal tersebut menunjukkan perbaikan dari realisasi pekan sebelumnya.

"Memang kalau kita lihat dari sisi dari total masih rendah tapi perkembangannya cukup bagus karena minggu lalu masih 1,63 persen.

Kita sudah lihat apa kendala-kendalanya dan sebenarnya lebih kepada gap antara realisasi dan fisiknya jadi di masyarakat sebenarnya sudah jalan," katanya.

Realisasi anggaran kesehatan untuk penanganan pandemi yang masih rendah sempat menjadi sorotan Presiden Joko Widodo.

Dr. dr. Hyron Fernandez : Mencegah Penularan Adalah Pilihan Utama dan Terbaik

Jokowi sempat jengkel lantaran rendahnya penyerapan anggaran kesehatan yang telah dialokasikan.

Hal itu terungkap melalui video yang tayang di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Kepala Negara mengaku jengkel dengan sejumlah menterinya yang menurutnya masih menganggap situasi pandemi saat ini bukan sebuah krisis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved