Banyak Gadis Dihamili dan Dicampakkan, Mobil Bergoyang Staf PBB dan Wanita di Israel, Simak Info

Skandal persetubuhan di dalam mobil dinas antara anggota staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan seorang wanita viral di media sosial.Adegan '

Editor: Ferry Ndoen
kompas.com
Skandal seks terjadi di dalam sebuah mobil PBB. Foto video tersebut kini viral di dunia maya. 

POS KUPANG.COM--Skandal persetubuhan di dalam mobil dinas antara anggota staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan seorang wanita viral di media sosial.

Adegan 'mobil bergoyang' ini terjadi di Tel Aviv, Israel, pada Kamis (25/6/2020).

Video persetubuhan ini diunggah di Twitter dan kebanyakan netizen tidak kaget dengan skandal ini.

Menurut mereka, hal tersebut sudah menjadi rahasia umum dan sudah menjadi tabiat para anggota PBB yang haus layanan seksual di wilayah konflik atau kamp pengungsian.

Buntut dari beredarnya video skandal persetubuhan itu, PBB kini dalam sorotan tajam.

Tak pelak, video yang viral itu memancing beragam reaksi dari warganet dan memicu terkuaknya skandal-skandal lain juga dari PBB.

Dilansir dari Daily Mail Sabtu (27/6/2020), ada dua skandal besar lain yang mencuat lagi akibat video skandal seks ini.

Pada Desember tahun lalu contohnya, sebuah laporan mengklaim anggota penjaga perdamaian di PBB telah menghamili wanita-wanita Haiti dan seharusnya menjadi bapak atas "ratusan" bayi di sana.

Namun mereka enggan bertanggung jawab dan meninggalkan para ibu muda tersebut.

Studi tentang misi PBB di negara Kepulauan Karibia yang terdampak bencana itu melaporkan, gadis-gadis seumuran 11 tahun menjadi korban pelecehan seksual dan dihamili.

Beberapa gadis dibayar dengan "sejumlah uang" agar bisa membeli makanan, dan berhubungan badan dengan para tentara PBB supaya bisa bertahan hidup.

Laporan itu diungkap oleh sebuah studi yang dipimpin akademisi Inggris.

Kemudian TIMES mewartakan, setelah anak-anak itu lahir, para ibu muda ditelantarkan begitu saja dalam kemiskinan.

Tentara-tentara yang terlibat di skandal ini berasal dari 12 negara, di antaranya Uruguay, Chile, Argentina, Kanada, dan Perancis.

Oknum lainnya di PBB juga dilaporkan telah menawari para pengungsi untuk berhubungan badan dengan imbalan makanan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved