Senin, 25 Mei 2026

YNN Mengaku ke Medan Atas Inisiatif Sendiri

YNN, anak di bawah umur yang diduga menjadi korban trafficking mengaku pergi ke Medan pada bulan Maret 2020, tanpa ajakan dari siapapun

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ONCY REBON
Pose bersama pasca penyerahan 2 orang anak dari DP3A Provinsi Sumatera Utara kepada DP3A Provinsi NTT, Rabu, 01/06/2020. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- YNN, anak di bawah umur yang diduga menjadi korban trafficking mengaku pergi ke Medan pada bulan Maret 2020, tanpa ajakan dari siapapun. Inisiatif tersebut muncul ketika melakukan komunikasi dengan Irma (temannya) yang saat itu berada di Kupang.

"sonde ada yang jemput. Beta (saya) sendiri yang datang ke Kupang. Kan saya chat dengan teman namanya Irma. Dia bilang mau pergi kerja di Medan. Terus saya tanya dia, apakah saya bisa ikut? terus dia bilang tidak apa-apa." ungkapnya kepada POS-KUPANG. COM, Rabu, 01/06/2020, pasca acara penyerahan 2 anak diduga menjadi korban trafficking oleh P2TP2A Provinsi Sumut kepada DP3A Provinsi NTT.

Warga Desa Penfui Timur Pertanyakan Sistem Distribusi Air

YNN merupakan siswa salah satu SMA di Kabupaten TTS yang pada bulan Maret lalu dirumahkan karena Pandemi Covid 19. Kepergian YNN ke Medan tanpa sepengetahuan orang tua kandungnya.

Ia mengatakan, setelah melakukan chat dengan temannya, dirinya kemudian berangkat dari TTS ke Kupang, pada sore hari. Perjalanan tersebut dilakukan dengan menumpang sebuah mobil bis kota. Sesampainya di Kupang, YNN sempat menginap di rumah keluarga Irma selama 3 hari.

Makna Dibalik Tolak Tambang di Matim

Dirinya bersama Irma lalu menumpang KM Wilis menuju Makasar bersama 9 orang lainnya. Ia bersama 5 teman lainnya, tidak melanjutkan perjalanan ketika kapal berlabuh di Makasar dan menginap di sebuah hotel. Sedangkan 3 teman lainnya melanjutkan perjalanan dengan KM Wilis menuju Pelabuhan Batu Licin

Menurut YNN, setelah beberapa hari menginap di Makasar, mereka berangkat dari Makasar menuju Medan menumpang pesawat. "Kami transit di Jakarta." pungkasnya

Sesampainya di Medan, mereka kemudian diarahkan menuju sebuah PT. Kira-kira 1 jam kemudian mereka lalu diantar kepada majikan tempat ia bekerja.

Ia menerangkan bahwa, dirinya bekerja selama 2 bulan bersama I sebagai pembantu rumah tangga dan diberi upah Rp. 3.000. 000.

kira-kira selama sebulan berada di Medan, YNN lalu memberi kabar kepada orangtuanya.

"Setelah itu (orang tua) membuat berita kehilangan. Setelah itu dicari. Sebenarnya (saya) tidak mau pulang. Tetapi Polisi bilang orang tua ada cari ya sudah pulang. Semua teman kerja umur lebih dari saya. Saya lebih kecil." imbuhnya

Dikatakan YNN, majikan tempat ia bekerja memperlakukannya dengan sangat baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oncy Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved