Pesawat Garuda Dikabarkan Tergelicir di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Gegara 4 Faktor Ini?
Kabar tentang pesawat itu tergelincir disampaikan General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Wahyudi.
Lalu, pada tahun 2019, pesawat ini mengalami perubahan livery ke retro.
PK-GHD belum pernah digunakan maskapai lain.
Data dari Planespotters.net, pesawat ini kerap melayani rute ke Australia dan negara lain di Asia Timur dan Asia Tenggara.
Berikut ini foto-foto pesawat udara Garuda Indonesia PK-GHD, jauh hari sebelum kecelakaan.
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-343 bernomor registrasi PK-GHD di Bandara Internasional Tullamarine, Melbourne, negara bagian Vicotia, Australia.
(PLANESPOTTERS.NET/DUY KHANG TRAN)
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-343 bernomor registrasi PK-GHD di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.
(PLANESPOTTERS.NET/KRIS VAN CRAENENBROECK)
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-343 bernomor registrasi PK-GHD di Bandara Internasional Toulouse Blagnac, Toulouse, Perancis. (PLANESPOTTERS.NET/ANDREAS TRAXLER)
Penyebab Pesawat Keluar Landasan
Dikutip dari artikel ditulis Welly Pakan berjudul Faktor Penyebab Kecelakaan Penerbangan di Landas Pacu dalam Warta Penelitian Perhubungan, Maret 2014, roda pesawat keluar landasan disebabkan beberapa faktor, yakni:
1. Faktor landas pacu,
2. Faktor manusia,
3. Faktor manajemen atau peraturan, dan
4. Faktor cuaca.
Sebelumnya, beberapa kecelakaan di landasan pacu juga pernah terjadi di Bandara Makassar.
Pada 31 Oktober 2003, Lion Air penerbangan 787 MD-82 rute Ambon- Makassar - Denpasar, keluar jalur saat mendarat di Bandara Hasanuddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pesawat-garuda-yang-tergelincir-di-maros.jpg)