Berita Anies Baswedan
Anies Baswedan Tata Trotoar DKI Jakarta, Orangtua Siswa Malah Ramai Pertanyakan PPDB Online
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah sebuah video tentang rencana penataan trotoar di DKI Jakarta.
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Anies Baswedan Tata Trotoar DKI Jakarta, Orangtua Siswa Malah Ramai Pertanyakan PPDB Online
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah sebuah video tentang rencana penataan trotoar di DKI Jakarta.
Penataan trotoar itu sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2019 silam.
Berikut unggahan lengkap Anis Baswedan di Instagramnya:
Kawasan Ramah Pejalan Kaki
Dari @dkijakarta · · ·
Pemprov DKI Jakarta telah menata 9 kawasan trotoar pada 2019.
Lihat selengkapnya pada video berikut!
Penataan bertujuan memberi kenyamanan, kemudahan, dan keamanan bagi pejalan kaki,
juga mempertimbangkan estetika untuk menciptakan ruang interaksi yang setara.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan penataan trotoar di sejumlah kawasan.
Mari kita jaga trotoar beserta fasilitasnya!
#KotaKolaborasi #TrotoarJakarta #BinaMargaDKI #DKIJakarta
#jagajakarta
Note: Konten ini dibuat sebelum status darurat COVID-19 diberlakukan.
Postingan Anies Baswedan ini pun ditanggapi beragam oleh netizen.
Satu di antaranya mereka malah menyoroti penerimaan siswa baru tahun 2020 atau PPDB yang digelar secara online.
Berikut beberapa di antaranya;
@athenajesc: Pak mohon solusi PPDB DKI pak, jangan diskriminasi anak2/adik2 kami yg muda, apalagi yg nilainya bagus sampai saat ini banyak yg gadapet sekolah, anak2 patah semangat. Mohon pak ada jalur seleksi rapot dengan kuota besar tidak cuma 20%
@dewiyuen: @aniesbaswedan Pak, Mohon ditanggapi masalah PPDB DKI yg mensyaratkan usia. Sangat2 merugikan bagi anak2 berbakat dan pintar dan cukup memenuhi syarat usia skolah namun kalah tersingkir oleh siswa2 yg jauh lebih tua. Masa iya anak2 kami hrs dikalahkan dg anak2 usia tua yg mau masuk skolah? Klo bgtu smua anak2 lbhbaik gak usah naik kelas saja donk pak. Kan besok2 tahun depan umurnya tambah tua. Kenapa yg tua2 itu gak suruh masuk kejar paket A saja ya? Sehingga lebih fair bagi anak2 lain yg cukup usianya namun masih dibawah usia mereka yg tua2 dan oon. Mohon agar kebijakan ttg usia itu sgera direview kembali dan klo bs dianulir.
@fandewi.yulia: Pa anis. Tolong bantu kami dong. Kami mau daftar sekolah SMA jalur zonasi. Sma yg kami tuju satu kelurahan dengan alamat kami. Tp kami tersingkir karna seleksi usia. Pdhal usia yg lebih tua itu zona nya jauh dr kelurahan tempat tinggalnya. Kami tidak punya uang untuk melanjutkannke sekolah swasta. Demi Allah pak. Tolong kami
@zie2207: pak anis ini gimana ponakan saya dgn nilai baik cuma ketendang seleksi sekolah sana sini di karenakan faktor usia belum mencukupi pdhl nilai nya bagus.ini ponakan saya teerancam putus sekolah krn kalo swasta gak mampu ibu nya.ponakan saya depresi jadinya.@aniesbaswedan
@ppashh_: Btw anak yg gk naik kelas lebih berhak msk sma?oh xixixi
@ferialthalib_: Pak ppdb DKI gimana? Sedih banget masuk sekolah harus orang tua bukan orang pinter
@novi_jafrajakarta: Bapak gubernur yg trhormat..Pak tolong pikirkan nasib anak2 yg kini terdiam krn merasa perjuanganya tak dihargai mereka les ksana kemari..belajar mati2an..mngejar ngejar tugas dan nilai agar cita2nya bs sekolah di sekolah yg mereka impikan trcapai..tp saat ini pupus dgn aturan2 di luar nalar..pak tolong mereka pak..
@indonesiatanpapacaran_jaktim: Terima kasih pak sudah memperbaiki fasilitas untuk pejalan kaki... Semoga kita bisa merawat yang sudah ada.
@wgani: Pembangunan skrg pemprov yg turun langsung.. kl sebelumnya dibantu swasta.. tp ujung2nya ada minta timbal balik macem pulau2 yg bermasalah.. Sukses pak anis, terimakasih sudah membangun jkt
@mirarosyadi: sebrang McDonald's Jatipadang kalau siang, trotoarnya dipakai ojol buat markir berderet motor2nya pak. rumah kami juga kanan kiri banyak ojol pada parkir di jalan pak. mereka bergerombol tidak jaga jarak dan juga banyak yang tidak pakai masker. khawatir ciptakan cluster penyebaran covid. sampai kemarin seorang ibu bersepeda sampai bertengkar dengan ojol karena motor ojol halangi jalan. tolong bantuannya pak. sosialisasi protokol kesehatan covid kurang. satpol pp juga tidak kedengaran lagi Sosialisasinya. kasih edaran dan spanduk pada para RT untuk sosialisasi protokol kesehatan covid pak. terimakasih.
@pajroot: Jakarya Rapih jaman Pak Anis, gubernur yang dulu janji janji sama marah marah doang bisanya
* Jalur Zonasi PPDB Jakarta Diprotes Orangtua, Ini Saran Anggota DPRD untuk Disdik DKI
Jalur zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di DKI Jakarta menuai protes dari orangtua calon siswa. Hal ini lantaran jalur zonasi dianggap mementingkan siswa berusia tua.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak menilai, Dinas Pendidikan perlu mengevaluasi sistem ini untuk tahun depan.
Salah satunya adalah Disdik harus mempertimbangkan calon siswa yang memiliki jarak sangat dekat dengan sekolah terutama jika berada dalam satu RW yang sama dengan lokasi sekolah.
"Saran saya kalau anak itu tinggal di RW sekolah ya utamakan saja. Tapi spirit soal sekolah dibagi berbagai macam jalur saya setuju banget. Cuma kalau dia berdekatan banget di 1 sekolah bisa juga diutamakan," ucap Jhonny saat dihubungi, Jumat (26/6/2020).
Untuk mengetahuinya, calon siswa harus melampirkan kartu keluarga (KK) yang menunjukkan alamat tempat tinggal serta ada keterangan dari RW bahwa siswa telah tinggal minimal satu tahun.
Jhonny menganggap aturan dari Dinas Pendidikan sebenarnya sudah sesuai dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang penerimaan peserta didik baru.
Hanya saja, ada kesalahan persepsi sehingga banyak orangtua yang salah paham.
"Kan di permendikbud zonasi, jarak, kemudian usia. Tapi Pemprov DKI ukur jarak itu berdasarkan peta wilayah karena memang kita enggak sama seperti daerah lain karena demografi kita padat. Misalnya di Kelurahan Rawa Badak Utara Jakut itu berbatasan dengan Jaktim. Itu bisa ke situ walaupun wilayah berbeda," jelasnya.
Politisi PDI-Perjuangan ini juga tak berkeberatan bila usia menjadi patokan kedua. Hal ini untuk memberikan kesetaraan bagi siswa yang sempat tinggal atau putus sekolah.
"Kita tidak mau membiarkan orang yang usianya tua namun tertinggal. Tapi kan ada jalur prestasi kalau merasa anak kita pintar masuk ke jalur prestasi," kata dia.
Diketahui, jalur zonasi PPDB tahun ini menuai polemik karena dianggap memprioritaskan anak berusia tua. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 501 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021.
Apabila jumlah pendaftar PPDB jalur zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.
Berikut kuota masing-masing jalur untuk PPDB SMP dan SMA:
Afirmasi: kuota 25 persen, seleksi berdasarkan usia
- Zonasi kelurahan: kuota 40 persen, seleksi berdasarkan usia
- Prestasi akademik: kuota 20 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
- Prestasi non-akademik: kuota 5 persen, dibuktikan dengan sertifikat prestasi
- Luar DKI: kuota 5 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
- Perpindahan orangtua: kuota 5 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
PPDB SMK:
- Afirmasi: kuota 35 persen, seleksi berdasarkan usia
- Prestasi: kuota 55 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah, sertifikat prestasi
- Luar DKI: kuota 5 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
- Perpindahan orangtua: kuota 5 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jalur Zonasi PPDB Jakarta Diprotes Orangtua, Ini Saran Anggota DPRD untuk Disdik DKI ", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/26/10403321/jalur-zonasi-ppdb-jakarta-diprotes-orangtua-ini-saran-anggota-dprd-untuk?page=all