Breaking News:

Dispar Kota Kupang Gelar Pelatihan Manajemen Homestay Sambut New Normal

Guna mempersiapkan pelaku pariwisata memasuki masa tatanan normal baru, Dinas Pariwisata Kota Kupang menyelenggarakan pelatihan

POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Pelatihan Manajemen Homestay/Pondok Wisata/Rumah Wisata dengan tema "New Normal, Are You Ready?" bagi 40 pengelola homestay di Kota Kupang, 24 Juni 2020 hingga 25 Juni 2020 di Hotel Neo Aston Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Guna mempersiapkan pelaku pariwisata memasuki masa tatanan normal baru, Dinas Pariwisata ( Dispar) Kota Kupang menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Homestay/Pondok Wisata/Rumah Wisata dengan tema "New Normal, Are You Ready?" bagi 40 pengelola homestay di Kota Kupang. Pelatihan berlangsung sejak 24 Juni 2020 hingga 25 Juni 2020 di Hotel Neo Aston Kupang.

Kepala Dispar Kota Kupang Yanuar Dally menjelaskan kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (25/6/2020), metode pelayanan dengan cara lama tidak dapat digunakan lagi di masa tatanan normal baru. Oleh karena itu, pelatihan manajemen itu dibuat untuk mempersiapkan para pengelola homestay memasuki masa tatanan normal baru dengan berbagai kebiasaan baru, seperti memakai masker, menjaga jarak, menyiapkan hand sanitizer dan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Rektor Muhammadiyah: Proses Pembelajaran Belum Bisa Dilakukan Sepenuhnya

Kegiatan yang difasilitasi menggunakan anggaran DAK Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ini menghadirkan narasumber dari berbagai lintas sektor. Para narasumber antara lain Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, Praktisi Ekonomi Fritz Oscar Fanggidae, Kepala Pusat Studi Kebudayaan dan Pariwisata Undana Marsel Robot, Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang Sari Bandaso Tandilino, dan Pengamat Pariwisata Winston Neil Rondo.

Sumba Barat Daya Target 10.000 Hektar, Wagub Ajak Petani Tanam Jagung Panen Sapi

"Mereka ini pelaku pariwisata. Dengan dibuka kembali tatanan normal baru ini, mereka siap tidak? Kami harapkan mereka siap untuk itu," harap Yanuar.

Nantinya, tiap pengelola homestay akan menyediakan pengukur suhu di tempat masing-masing untuk mengukur suhu para tamu yang hendak menginap di tempat mereka. Jika didapati tamu dengan tanda-tanda yang kurang sehat, maka belum diperbolehkan menginap. Selanjutnya, tidak ada aktivitas bersalaman seperti biasanya. Jarak aman pun akan diperhatikan di homestay yang ada.

"Nanti kami pantau. Kami lakukan monitoring dan evaluasi, apakah mereka siap tidak. Kalau belum, kami akan panggil. Ini masa transisi, kami masih sosialiasi (persuasif). Kelak ada saatnya sanksi bagi pelanggar," terang Yanuar.

Pelatihan manajemen ini sendiri dibuka resmi oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore pada Rabu (24/6/2020). Dalam rilis Humas Pemkot Kupang pada Rabu (24/6/2020) malam, Jefri mengungkapkan, salah satu penyebab perekonomian menurun ialah tingkat hunian hotel dan penginapan yang sangat rendah sekitar 1-2 persen karena Covid-19. Oleh karena itu, pelatihan itu cukup strategis bagi pemerintah dan pelaku pariwisata dalam mempersiapkan diri menghadapi tatanan normal baru yang diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Jefri pun memberi penjelasan singkat beberapa hal penting yang menjadi prioritas dalam pengembangan pariwisata yaitu persiapan sumber daya manusia yang bagus dan kredibel disertai dengan pelayanan prima, peningkatan kerja sama antara pelaku jasa pariwisata dan pemerintah dalam meningkatkan penyediaan akomodasi, fasilitas pendukung lainnya, serta penerapan protokol kesehatan agar dilaksanakan dengan baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved