Kadis Kominfo NTT : Media Kurang Menyentuh Kaum Distabilitas

Dirinya menyampaikan apresiasi terhadao Pos Kupang yang telah berinovasi dengan digital

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Kadis Kominfo NTT : Media Kurang Menyentuh Kaum Distabilitas
POS-KUPANG.COM/GERADUS MANYELA
Pemimpin Perusahaan Pos Kupang, Erniwaty Madjaga (kedua kanan) didampingi Manajer Iklan, Abdul Rahman (kiri) serta staf marketing, Tanto (kanan) foto bersama Kadis Kominfo NTT, Abraham Maulaka ((kedua kiri) usai silaturahmi di ruang kerja kadis, Senin (22/6/2020).

Kadis Kominfo NTT : Media Kurang Menyentuh Kaum Distabilitas

POS KUPANG.COM|KUPANG --Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Abraham Maulaka mengatakan, indeks kehidupan pers yang dikeluarkan Kementerian Kominfo, kepedulian pers terhadap kaum distabilitas, (Kesetaraan Akses bagi Kelompok Rentan) yang berprestasi di NTT masih sangat kurang, hanya 70,72 persen.

Hal ini harus menjadi perhatian media massa di NTT di waktu-waktu mendatang.

Pria yang akrab disapa Aba Maulaka mengatakan itu saat menerima kunjungan Pemeimpin Perusahaan Harian Pagi Pos Kupang, Erniwaty Madjaga bersama Manajer Iklan, Abdul Rahman bersama staf di ruang kerjanya, Senin (22/6/2020).

Aba berharap ada kerja sama antara pemerintah dan media untuk mengangkat derajat kaum distabilitas. Aba Maulaka meminta Pos Kupang, baik cetak maupun online memperberikan perhatian dan ruang publikasi bagi kaum distabilitas yang selama ini terpinggirkan.

Media, kata Aba, memiliki peran strategis dalam pembangunan di NTT, sehingga dirinya yakin ke depan media akan memberikan perhatian khusus bagi kaum distabilitas tersebut.

Aba Maulaka juga menyampaikan fokus perhatian kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Josef A Nae Soi yang menjadikan pariwisata sebagai prime mover (penggerak utama) ekonomi NTT. Di masa New Normal, dimana Pemerintah Provinsi NTT telah membuka kembali destinasi pariwisata, perlu dilakukan promosi melalui digital yang dikelolah oleh media yang profesional.

Jika promosi itu hanya dilakukan oleh pemerintah, kata Aba, kepercayaan masyarakat kurang maksimal, tapi jika dipromosikan oleh media massa profesional seperti POS-KUPANG dan POS-KUPANG.COM, kepercayaan masyarakat cepat bertumbuh, sehingga kunjungan wisatawan segera berdatangan.

Aba mengakui saat ini Kominfo sedang mengembangkan komunikasi dan informasi berbasis digital. Namun, katanya, peran utama ada di media massa dan pemerintah memfasilitasinya.

Pemimpin Perusahaan Pos Kupang, Erniwaty Madjaga yang akrab disapa Nini didampingi Manajer Iklan, Abdul Rahman mengatakan, Kominfo adalah corongnya pemerintah dan Pos Kupang adalah corongnya masyarakat NTT yang perlu mensinergikan kerja sama kemitraan.

Untuk digital Pos Kupang.Com visitornya mencapai 750 ribu/hari sehingga sangat layak untuk mensinergikan kerja sama kemitraan antara pemerintah dan masyarakat NTT.

Untuk koran cetak, katanya, Pos Kupang yang merupakan kelompok Kompas Gramedia yang telah melahirkan gup TribunNews beredar secara merata di seluruh NTT dan Pos Kupang.Com telah dibaca oleh masyarakat dunia. Di NTT saat ini, kata Nini, antusias digital, itu berarti banyak orang ingin tahu NTT. POS KUPANG dan POS-KUPANG.COM membangun NTT untuk Indonesia.

Aba melihat tatanan hidup baru itu digitalisasi. Dirinya menyampaikan apresiasi terhadao Pos Kupang yang telah berinovasi dengan digital. Hasilnya harus terus dipelihara.

"Terima kasih Pos Kupang telah berinovasi. Saya berharap hasilnya harus dipelihara dan terus disosialisasikan kepada masyarakat agar menjadi media pilihan dalam mempublikasikan hasil-hasil pembangunan," kata mantan Wakil Bupati Alor ini.

PPDB di SMAN 2 Waingapu l Secara Online

Kasat Reskim Polres TTU Akui Sudah Terima Pengaduan Korban

Mantan Kadis Pariwisata dan Kadis Perikanan Provinsi NTT ini, mengaku lebih percaya media karena independen. Dan, Pos Kupang sudah tidak diragukan lagi. Kepercayaan publik terhadap Pos Kupang sudah ada, tinggal dikembangkan menuju media digital kelas wahid.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gerardus Manyella)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved