Stefanus Mau: Tidak Benar Biaya Masuk Siswa Baru di SMAK Giovanni Kupang Rp 35 Juta

Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Stefanus Mau Pr mengatakan, rumor bahwa biaya masuk di SMAK Giovanni Kupang Rp 35 juta tidak benar

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/VINSEN HULER
Kepala SMA K Giovani Kupang, Drs. RD. Stefanus Mau, Pr 

POS-KUPANG.COM| KUPANG- Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Stefanus Mau Pr mengatakan, rumor bahwa biaya masuk di SMAK Giovanni Kupang untuk siswa baru/ Peserta didik baru sebesar Rp 35 juta itu tidak benar.

Yang hendak saya sampaikan kepada bapak ibu sekalian berkaitan dengan pembiayaan, kata Romo Stefanus Mau Pr, beberapa waktu lalu, ada rumor bahwa di SMAK Giovanni Kupang untuk siswa baru sangat mahal dan bahkan mereka menyampaikan bahwa pembayarannya berkisar Rp 35 juta.

Pembunuhan Berencana di Nusakdale Rote, Empat Pelaku Habisi Petani 59 Tahun

Padahal, ujar RD, Stef, untuk SMAK Giovanni Kupang, selama kurun waktu 5 tahun terakhir tidak ada kenaikan; baik itu Sumbangan Pembinaan Pendidikan ( SPP ) maupun uang pembangunan dari pihak yayasan, sehingga soal pembiayaan masih bisa dijangkau.

" Dan bahkan kami menyiapkan tiga kategori yaitu kategori 1,2 dan 3 sesuai dengan kemampuan dari para orang tua,"  Demikian disampaikan Kepala SMAK Giovanni Kupang, Sabtu (20/6/2020) di ruang kerjanya.

Diultimatum Pospera, Begini Tanggapan Bupati Tahun

Dan untuk pembayaran pun, urai RD Stefanus, dibayar selama 4 kali ( 4 tahap pembayaran), sehingga tidak terlalu membebankan para orang tua siswa/i.

Itu artinya soal SPP, uang pembangunan itu, kata RD.Stefanus, ditentukan pada saat wawancara, sehingga tidak benar dikatakan bahwa biaya masuk di SMAK Giovanni Kupang untuk siswa baru sebesar Rp 35 juta.

Dan berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan, urai RD. Stef, pada prinsipnya SMAK Giovanni Kupang sangat konsekuen dan taat pada peraturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Pertama, jelas RD. Stefanus, berkaitan dengan protokol kesehatan, siswa yang datang ke SMA K Giovani Kupang, dilakukan tes suhu. Hal ini karena kita sudah punya alat untuk mengukur suhu tubuh dan tentunya kalau di atas 37 derajat Celcius, kita tidak akan mengizinkan siswa yang bersangkutan itu masuk.

Kedua, semua peserta didik wajib menggunakan masker

Ketiga, harus mencuci tangan dan juga di lingkungan sekolah juga kami sudah menyiapkan sarana prasarana berkaitan dengan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan dan semua sudah disiapkan oleh pihak sekolah.

Dan tentunya dalam kegiatan tes di kelas juga kami juga akan tetap memperhatikan itu yaitu satu ruangan kelas hanya berkisar antara 15-20 siswa dan itu memang kita sangat memperhatikan itu.

" Dan berkaitan dengan hal-hal yang lain, kami juga sudah menginformasikan kepada pamerintah, secara khusus di bidang kelurahan atau RT yang mengurus, sehingga paling kurang mereka mengetahui pelaksanaan kegiatan di SMAK Giovanni Kupang," pungkasnya. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, VINSEN HULER)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved