Korban ke-15, Bayi Delapan Bulan di Sikka - NTT Direnggut Demam Berdarah
Ketika semua perhatian dan ketakutan tertuju kepada wabah virus corona (Covid-19) di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, demam berdarah kem
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Ketika semua perhatian dan ketakutan tertuju kepada wabah virus corona (Covid-19) di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, demam berdarah kembali memakan korbannya.
Nyawa bayi usia delapan bulan direnggut DBD di RSUD dr.TC.Hillers Maumere, Jumat (19/6/2020). Hingga berita ini diturunkan belum diketahui indentitas bayi tersebut. Humas RSUD Maumere belum memberikan konfirmasi ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, Sabtu siang.
Munculnya kematian akibat DBD menjadi kasus ke-15 dalam bulan yang keenam tahun 2020 dari sekitar 1.667 lainya terjangkit DBD. Bupati Sikka,Fransiskus Roberto Diogo, menetapkan wabah DBD menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
• Ini Kata Menpora Zainudin Amali Dukung Liga1 dan Liga 2 2020 Bergulir Kembali, Simak Info
Serangan DBD mencapai klimaksnya selama bulan Februari sampai Maret 2020. Menteri Kesehatan RI, dr.Terawan Putranto, datang ke Maumere membawa serta tim medis dari TNI AD dan obat-obatan.
Spesialis anak RSUD dr.TC.Hillers Maumere,dr.Mario Nara,Sp.A. membenarkan kematian bayi usia delapan bulan terserang DBD.
• Penyakit DBD Wajib Diwaspadai Warga, Sebabkan Kematian Lebih Banyak dari Corona, Juga Sakit, Info
“Pasien meninggal karena DBD di ruangan ICU,” tulis Mario dalam pesan WhatsApp, Sabtu (20/6/2020). (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, eginius mo’a).
