UI Ciptakan Ventilator Pasien Corona

Pihak Universitas Indonesia (UI) membuat ventilator bernama COVENT-20 atau Covid Ventilator 2020

Editor: Kanis Jehola
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pekerja menyelesaikan prototipe ventilator sederhana hasil buatan UMKM Agusta Dryer di Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta, selasa (14/4/2020). UMKM ini berhasil membuat prototipe ventilator hasil belajar secara daring dari Forum OxyGEN2 #hope yang berpusat di Kota Barcelona, Spanyol dan berharap lulus uji pemerintah agar dapat segera diproduksi massal untuk membantu penderita Covid-19. 

"Tim sekarang sudah berjumlah 20an, lintas fakultas. Makanya ada tim dokternya juga, ada tim distribusi, ada tim purchasing, pembelian komponen. Ada tim pengembangannya sendiri si alat, kami dari tim pengembang. Dari awal, ngembangin ini sampai sekarang," ujar Basari.

COVENT-20 berdiri gagah di salah satu ruang di Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Alat itu perpaduan warna putih dan abu-abu. Disertai tas warna oranye bertuliskan COVENT-20.

"Ini evolusi dari bentuk awal sampai sekarang ini produk yang akan didonasikan nantinya, belum sampai skema komersial," kata Basari seraya memperlihatlan COVENT-20.

COVENT-20 adalah alat bantu pernapasan bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan atau sulit untuk bernapas. Alat ini, menurut Basari, cukup mudah dibawa. Dapat digunakan di ambulance, rumah sakit, atau di rumah.

"Dipakai di rumah untuk bernapas dengan nyaman. Model COVENT-20 ini untuk tempatnya yang terisolasi atau yang sulit dijangkau," ucap Basari.

Basari menerangkan COVENT-20 memang digunakan untuk pasien positif corona.
Mekanik hampir sebagian besar dari lokal, elektronik secara desain dikerjakan mandiri. Gagasan membuat COVENT-20 bermula untuk membantu sesama.

"Di Indonesia belum ada yang bisa membuat ventilator sebenarnya. Sekarang mungkin banyak yang mulai mengembangkan. Tapi bagaimana pengetahuan di dalamnya, itu belum punya," imbuh Basari.

Ventilator lokal ini mampu memberikan ventilasi tekanan positif dengan mode CMV sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bagi pasien untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan bernapas dan perlu dikontrol oleh mesin (time-triggered).

Sedangkan mode CPAP dapat membantu pemberian oksigen kepada pasien yang masih sadar dan bernapas spontan.

Bersamaan dengan hasil uji klinis itu, tim Ventilator UI saat ini sedang menyelesaikan tahap akhir produksi pertama sebanyak 200 unit untuk didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah sakit darurat.

Tim Ventilator UI saat ini sedang menyelesaikan tahap akhir produksi pertama sebanyak 300 unit untuk didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah sakit darurat. Produksi menggandeng beberapa mitra industri menggunakan dana dari hasil penggalangan donasi terhadap beberapa perusahaan dan komunitas di bawah koordinasi Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI). (tribun network/denis destryawan/lucius genik)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved