Jejak Digital Dokter Tirta Dibongkar Saat Memaki Seorang Tokoh, Elite Golkar Sebut Bisa Dipidanakan
Padahal, selama ini dr Tirta dikenal sebagai influencer yang berada di 'garda terdepan' dalam meredam pandemi Virus Corona di Indonesia.
Postingan itu berisi klarifikasi dari pihak Holywings terhadap beredarnya foto Tirta yang tidak menjaga jarak sosial.
Begini klarifikasi dari pihak Holywings yang dilihat Wartakotalive.com, Minggu (14/6/2020):
"Klarifikasi foto Tirta di Holywings. Sebenarnya dr Tirta datang ke Holywings untuk melihat Holywings Gunawarman. Karena kita sedang melakukan kolaborasi masker Holywings x dr. Tirta.
Serta mengingatkan agar customer ke Holywings wajb menggunakan masker, mengikuti protokol new normal, serta menyarankan tidak ada live musik terlebih dahulu.
Setelah itu kami membagikan masker kolaborasi kepada beberapa orang.
Dan foto yang tesebar di sosial media merupakan foto dokumentasi bersama dr. Tirta
Malah tersebar luas setelah admin kami tidak sengaja menaikkannya, yang tujuan awalnya untuk promosi masker
Jadi, sebagai perwakilan Holywings kami meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi."
Namun, warganet tak lantas percaya dengan klarifikasi tersebut.
Di sisi lain, meski ada klarifikasi, warganet menganggap Tirta bagai menelan ludahnya sendiri.
Foto berangkulan bertiga, membuktikan bahwa dia tidak konsisten dengan kampanye yang selalu digembar-gemborkan untuk menjaga jarak.
Warganet pun ramai-ramai mengunggah kalimat-kalimat terdahulu dari Tirta yang tegas meminta warga untuk melakukan social distancing.
"KALIAN JANGAN CUEK ! ITALIA SUDAH 1000 meninggal / days. Jenaza dimana2. Tenaga medis sudah kalah di sana. Even dibantu china, mreka ga bisa menang. Kenapa? Karena warganya ngeyel ketika disuru social distancing klarifikasi negara kita dok haha," tulis akun Sukrystin mengingatkan dokter Tirta terhadap omongannya sendiri.
"Anda lupa salah satu protokol NEW normal yg namanya JAGA JARAK? Apakah anda melakukan itu di foto, entah apapun tujuan anda di sana? Anda bisa klarifikasi yg satu itu, wahai rekan sejawat?" tulis akun Okky_H.
"Promo masker kok ada ajakan untuk merasakan new normal HW ? Jujur aja salah gitu gk usah ngelak.
Minta maaf kalo situ salah. Kalo emang mau collab secara online kan bisa, jangan malah membuat diri anda yang awalnya jadi salah satu influencer anti covidiot malah jadi salah satunya," tulis kfc_skin.
* Sebut Presiden Salah Kaprah
Pendemi virus corona yang menerpa Indonesia belum bisa dikendalikan oleh pemerintah
Hal tersebut juga tidak terlepas dari perilaku masyarakat yang belum disiplin sehingga jumlah kasus virus corona terus saja meninkat
Melihat kondisi tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat agar berdamai dengan corona
Dokter sekaligus Influencer, dokter Tirta Mandira Hudhi mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal istilah berdamai dengan virus corona
Hal itu diungkapkan dr Tirta Mandira Hudhi melalui acara Fakta tvOne yang tayang pada Selasa (25/5/2020).
dokter Tirta Mandira Hudhi menilai, untuk menghindari penyebaran Virus Corona makin luas adalah pembatasan mobilisasi masyarakat.
Ia merasa Salat Id di zona hijau tidak masalah dilaksanakan tapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Yang patut direm adalah mobilisasi, kalau hijau kalian salat Id dengan prosedur new normal pakai masker atau tidak cium tangan enggak papa," ujar dokter Tirta.
Selain itu, restoran menurutnya juga boleh bukan asal dengan penerapan protokol kesehatan.
Sedangkan, yang harus dijaga ketat adalah mobilisasi manusia.
"Kalau membuka restoran tapi dengan catatan kapasitas separo enggak papa."
"Tetapi kalau kalian mobilisasi ya jadi merah lagi, Covid itu akan terus ada kita kontrol," jelasnya.
Lalu, dokter Tirta mengkritik ungkapan Jokowi soal 'berdamai dengan Virus Corona'.
Menurut dia, ungkapan itu salah besar.
"La ini saya meluruskan maksud Pak Jokowi, Pak Jokowi mengatakan berdamai la ini salah kaprah, 'Berdamai di sini itu yoh Corona kita damai, bukan gitu pak'," ungkapnya.
Seharusnya dijelaskan bahwa Virus Corona ini akan terus ada sehingga mobilisasi masyarakat harus tetap diatur.
"Maksudnya adalah Covid ini akan terus ada, sheetnya banyak tetapi kita kontrol cara kontrolnya dengan cara membatasi mobilisasi masyarakat dengan cara new normal, pakai masker, jaga jarak, PHBS ditingkatkan," katanya.
Dokter Tirta menambahkan, sekolah menurutnya adalah tempat terakhir dibuka saat penerapan 'The New Normal'.
"Ketiga membatasi tempat-tempat yang kerumunan di mana yang paling terakhir sekolah," ungkapnya.
* Dokter Erlina Sebut Indonesia Belum Siap 'The New Normal'
Dokter Spesialis Paru di RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, membahas wacana kebiasaan baru atau new normal yang disebut sebagai cara hidup setelah pandemi Virus Corona (Covid-19).
Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat dihubungi dalam Prime Talk di Metro TV, Minggu (24/5/2020).
dr Erlina menyebutkan saat ini Indonesia belum siap jika membicarakan cara hidup new normal.
Pendapat itu ia lontarkan mengingat banyaknya pelanggaran masyarakat terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan selama pandemi.
Awalnya, ia mengakui jumlah pasien di wilayah DKI Jakarta saat ini mulai turun.
dr Erlina menyebutkan penurunan kasus tidak dapat menjadi patokan.
"Sebetulnya penurunan, tapi ini relatif," ungkap dr Erlina Burhan.
Menurut Erlina, satu faktor kasus tampak turun adalah karena banyaknya rumah sakit yang sudah mulai menerima pasien Covid-19.
"Kita tidak bisa mengatakan bahwa memang turun, tapi juga kita harus melihat banyak rumah sakit pemerintah lain sudah buka dan ada beberapa swasta juga membuka," kata Erlina.
"Kalau kita hanya melihat jumlah yang dirawat, ini turun, betul," jelasnya.
"Kalau kita melihat jumlah pasien yang dirujuk juga turun," lanjut dia.
dr Erlina kemudian membahas wacana new normal yang mulai dibicarakan sebagai cara hidup baru setelah pandemi.
Ia menilai saat ini belum tepat jika new normal mulai diberlakukan.
"The new normal boleh-boleh saja kita wacanakan dan kita persiapkan diri kita," papar Erlina.
"Tapi saya merasa belum bisalah kita eksekusi," tambahnya.
Ia menyoroti jumlah kasus yang terus meningkat baik, terutama di luar DKI Jakarta.
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Dokter Tirta Sebut Ungkapan Jokowi soal 'Damai dengan Corona' Salah Kaprah: Bukan Gitu Pak, https://wow.tribunnews.com/2020/05/26/dokter-tirta-sebut-ungkapan-jokowi-soal-damai-dengan-corona-salah-kaprah-bukan-gitu-pak?page=all.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Jejak Digitalnya Dibongkar Warganet, dr Tirta Terancam Berurusan dengan Politikus Golkar, https://wartakota.tribunnews.com/2020/06/17/jejak-digitalnya-dibokar-warganet-dr-tirta-terancam-berurusan-dengan-politikus-golkar?page=all