Virus Corona
KABAR GEMBIRA! Obat Corona Covid-19 Buatan Indonesia Telah Beredar di Pasaran dan Terdaftar di BPOM
Indonesia Telah Temukan Obat Corona, Rupanya Bahan Banyak di Pasaran & Terdaftar BPOM, temuan BIN dan Unair
POS-KUPANG.COM - Kabar gembira, ternyata Obat Corona Covid-19 virus corona sudah beredar di pasaran dan telah dilakukan uji klinis.
Ini menjawab pertanyaan apakah Obat Corona atau Covid-19 sudah ditemukan perlahan-lahan mulai terjawab,
Baru-baru ini Badan Intelijen Negara ( BIN) dan tim peneliti dari Universitas Airlangga / Unair Surabaya mengklaim telah menemukan obat yang mampu menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19.
Selain itu, obat-obat tersebut juga telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) sehingga aman dikonsumsi.
• BERITA GEMBIRA, China Sukses Uji Coba Vaksin Virus Corona ke Manusia, 90 % Respon,SIMAK INFO
• Update Covid-19 NTT : Berita Baik, Lima Pasien Positif Covid-19 di NTT Sembuh
"Kelima kombinasi obat tersebut adalah loprinavir-ritonavir-azitromisin, loprinavir-ritonavir-doksisiklin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin, dan hidroksiklorokuin-doksisiklin," kata Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih di Surabaya, Jumat (12/6/2020).
Nasih menegaskan, penemuan kombinasi obat ini juga telah diteliti dengan metode ilmiah dan hati-hati.
"Kombinasi obat ini telah dinyatakan memiliki efektivitas untuk mencegah masuknya virus, menghambat replikasi, dan mencegah virus berkembang biak," jelas Nasih.
Menurutnya juga, tim peneliti Unair telah melakukan uji toksisitas dan kombinasi efektivitas terhadap lima regimen kombinasi obat tersebut.
Caranya dengan menumbuhkan berbagai jenis sel yang menjadi target virus, seperti sel paru, sel ginjal, sel trakea, dan sel liver, sebagai tempat menumbuhkan sel virus SARS-CoV-2.
"Sel SARS-CoV-2 sampelnya yang didapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan sudah mendapat sertifikasi uji layak etik dari tim etik RSUA," katanya.

(Shutterstock)
Kemudian, pada tahap berikutnya uji kombinasi obat dari sel sehat dilakukan untuk mencari dosis toksik.
"Kami mencari daya toksiknya, meskipun ini pada obat yang sudah beredar, tapi karena ini virusnya virus Indonesia, jadi tetap perlu diuji kadar toksiknya dalam tubuh," katanya.
Setelah itu, pengujian potensi kombinasi obat untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan melihat efektivitasnya dalam mengurangi proses replikasi.
"Dalam kombinasi obat ini telah mampu menghambat proses replikasi meskipun virus ini diketahui memiliki proses replikasi cukup tinggi," tuturnya.
Pihaknya merekomendasikan kelima kombinasi obat ini kepada para dokter dan rumah sakit karena sangat efektif mencegah masuknya virus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-virus-corona.jpg)