News

Saat Rakyat Sikka Menderita, Bupati Robby Idong: Tak Mungkin Saya Bersembunyi

Robi Idong meminta seluruh warga masyarakat kabupaten Sikka tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi pandemik corona dan dampak lanjutannya.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyerahkan bantuan traktor tangan kepada kelompok tani di Desa Watuliwung, Kecamatan Kange, Jumat (30/11/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Aris Ninu

POS KUPANG, COM, MAUMERE- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S. Sos, M. Si yang akrab disapa Robby Idong meminta seluruh warga masyarakat kabupaten Sikka tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi pandemik corona dan dampak lanjutannya.

"Sebagai bupati saya punya kewajiban untuk melindungi rakyat dan hadir dalam setiap kesulitan masyarakat untuk memberi semangat dan peneguhan kepada masyarakat agar tidak cemas dan tidak panik menghadapi masalah yang mendera kehidupan, " kata Bupati Robby dalam sambutannya pada acara launching BLT Dana Desa, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Sabtu (13/6).

Saat masyarakat kesulitan, tegasnya, pemimpin tidak mungkin tidur nyaman tinggal di rumah dan duduk di belakang meja. Karena ini adalah panggilan jiwa sekaligus panggilan moril sebagai bupati pilihan rakyat.

"Dalam kondisi apapun termasuk corona saya tetap berada di garis paling depan mulai dari bencana DBD hingga bersandarnya KM Lambelu di Pelabuhan L.Say Maumere, 7 April 2020 lalu. Saya tidak mau bersembunyi di bekalang layar saat rakyat menderita, " tegas Bupati sembari mengatakan stop menyebarkan kebencian di tengah masyarakat dan mengajak semua pihak saling meneguhkan dan saling mencintai diantara sesama.

Belakangan ini banyak sorotan kepada Bupati dan Wabup Sikka yang setiap hari turun ke desa membagikan Dana BLT Dana Desa (DD) di desa-desa di Sikka.

Menyikapi sorotan itu, Kabag Komunikasi dan Forum Pimpinan Kabupaten Sikka, Awales Syukur, S. Sos, M.Th angkat bicara.

Dalam rilis yang diterima Pos Kupang di Maumere, Minggu (14/6), Awales menjelaskan, kehadiran bupati dan wabup sebagai kepala daerah dalam konteks pembinaan dan pengawasan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan di desa, pemberdayaan masyarakat desa dan pengelolaan keuangan desa.

Yang mana pengaturan keuangan desa di tingkat kabupaten/kota di antaranya yaitu
pengalokasian, penyaluran, penggunaan, serta pemantauan dan evaluasi atas
dana yang dialokasikan dalam APBD kabupaten/kota harus diawasi.

Awales saat mengirim rilis sedang mendampingi Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S. Sos, M. Si dan Ibu Ketua TP-PKK Kabupaten Sikka di wilayah Desa Hikong daerah perbatasan Sikka-Flores.

Ia menjelaskan, pihaknya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat sehubungan dengan sorotan beberapa kalangan terkait kehadiran bupati dan wabup dalam setiap kesempatan di desa adalah tugas dan fungsinya sebagai kepala daerah termasuk urusan BLT Dana Desa.

"Dalam konteks kewenangan yg diberikan inilah bupati sebagai kepala daerah dan kepala wilayah mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pembinaan dan pengawasan agar seluruh kebutuhan masyarakat dapat diakomodir dan dijawabi dengan program dan kegiatan pembangunan baik berskala desa yg bersumber dari dana desa dan Kabupaten dari APBD maupun provinsi dari APBD provinsi maupun pusat melalui DAK APBN," tegas alumnus Pasca Sarjana STFK Ledalero ini.

Mantan Sekcam Mego ini juga menjelaskan tugas dan tanggung jawab daerah melalui bupati dan jajarannya agar pembangunan di desa selaras dengan pembangunan daerah dan pemerintah pusat dengan satu tujuan besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian desa. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved