Renungan Harian Katolik

Ego Sum Panis Vitae: Akulah Roti Kehidupan

Yesus bersabda, “Akulah roti kehidupan. Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi

Editor: Agustinus Sape
Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Minggu 14 Juni 2020
Ego Sum Panis Vitae : Akulah Roti Kehidupan

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Selamat Merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Yesus bersabda, “Akulah roti kehidupan. Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi “ ( Yohanes 6 : 35 ).

Perjuangan manusia untuk mempertahankan hidup di dunia antara lain berkaitan erat dengan upaya memenuhi kebutuhan makan dan minum. Dengan makan dan minum yang cukup manusia terbebaskan dari rasa lapar dan haus.

Dalam konteks pandemi Covid-19, selain membutuhkan ketercukupan makanan dan minuman yang sehat, manusia juga membutuhkan imun tubuh yang kuat dan iman yang kokoh.

Hari-hari ini kita membutuhkan kekuatan imun dan iman dalam pergerakan menuju new normal post Covid-19.

Teori hirarki kebutuhan yang baik yang dikemukakan Abraham Maslow maupun Gardne Murphy berhubungan dengan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar mulai dari kebutuhan fisiologis, keamanan, kasih sayang-kepemilikan, penghargaan dan aktualisasi diri.

Hirarki kebutuhan Maslow adalah model kebutuhan yang kasat mata dalam realitas hidup dipahami secara rasional dan didambakan umat manusia.

Namun salah satu kecenderungan umum manusia adalah selalu merasa tidak puas dengan yang kelihatan secara lahiriah.

Hal ini mendorong dan memicunya untuk berjuang mencari kebutuhan lain yang tidak kelihatan kasat mata yakni kebutuhan akan hal-hal rohani.

Hal-hal yang kelihatan kasat mata dengan indra manusia selalu menghadirkan kebosanan dan kejenuhan.

Itulah sebabnya manusia terus mencari hal-hal yang tidak kelihatan secara fisik, namun dapat memberikan kelegaan hati, kedamaian, ketenteraman dan kegembiraan.

Pencarian ini bersifat abadi yakni mencari dan menemukan Tuhan yang tidak kelihatan, namun sangat powerful dalam menentukan hidup dan masa depan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Hari ini Gereja Katolik sejagat merenungkan teks Injil Yohanes 6 : 35 tentang Yesus Kristus sebagai roti hidup.

Roti hidup yang diperkenalkan Yesus berbeda dengan roti yang kita kenal di dunia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved