Garuda Indonesia Tetap Layani Penumpang ditengah Pandemi Covid-19, Animo Penumpang Baru 30 Persen
Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia tetap membantu konektivitas penerbangan di tengah pandemi covid-19. Meskipun animo penumpang sangat rendah, Garu
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM | KUPANG--Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia tetap membantu konektivitas penerbangan di tengah pandemi covid-19. Meskipun animo penumpang sangat rendah, Garuda Indonesia tetap melayani masyarakat yang membutuhkan jasa transportasi udara.
Menyambut pencanangan New Normal Garuda Indonesia telah membuka berbagai rute penerbangan. Dimana sebelumnya pada 11 Mei 2020 Garuda hanya menerbangi rute Kupang-Denpasara Jakarta, bulan ini Garuda Indonesia sudah melayani para penunpang untuk beberapa rute. Walaupun permintaan penumpang tidak terlalu tinggi.
Garuda Indonesia membuka rute Kupang-ujung Pandang pada Rabu, Kamis dengan rute Kupang-Surabaya-jakarta dan Senin, Rabu, Jumat Garuda melintasi rute Kupang-Surabaya-Jakarta.
Sales and Service Garuda Indonesia for Kupang, I Made Mertha Yasa, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (12/10/2020), menyampaikan untuk penumpang tidak begitu banyak. Penumpang ke Jakarta paling banyak sekira 30 persen, Surabaya 25 persen, Denpasar 11 persen dan Ujung Pandang 25 persen, dari kapasitas yang ditetapkan Kemenhub maksimal 70 persen untuk social distancing pesawat.
"Kita sementara terbang tidak mencari keuntungan. Tapi bagaimana Garuda Indonesia tetap membantu konektivitas untuk masyarakat di situasi ini," tuturnya.
Mengenai persyaratan penerbangan, kata Made, saat ini penumpang Garuda Indonesia yang akan melakukan penerbangan tidak perlu lagi menyiapkan surat perjalanan dinas. Hanya rapid test /swab dan mengisi e Health Albert Card. Khusus tujuan Denpasar harus disertai dengan swab sedangkan ke Jakarta disiapkan Surat Ijin Keluar Masuk Jakarta.
"Saat ini yang menjadi kendala, misalnya mau ke Jakarta lima hari lagi, rapid test belum bisa buat sekarang karena exprayer, berlaku tiga hari. Kalau dekat hari takutnya pesawat tidak ada maka kasihan juga. Jadi serba susah, booking pesawat dulu rapid tidak ada, kalau rapid duku garuda tidak ada penerbangan maka kasihan. Jadi kalau belum penting sekali masyarakat belum bisa bepergian. Kami masih kurangi frekuensi sambil melihat permintaan," ujarnya.
Sedangkan untuk pesawat Citilink masih belum melayani penumpang pesawat dan kargo sejak awal Juni hingga akhir bulan ini. Karena impact pandemi Covid-19.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).
