Kabar Artis
Fakta Sebenarnya Soal Tagihan Listrik PLN Rp 17 Juta Sebulan di Rumah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
Aktor dan pembawa acara Raffi Ahmad dan Nagita Slavina baru-baru ini menjadi sorotan karena tagihan listrik rumah mereka yang mencapai Rp 17 juta
Fakta Sebenarnya Soal Tagihan Listrik PLN Rp 17 Juta Sebulan di Rumah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Aktor dan pembawa acara Raffi Ahmad dan Nagita Slavina baru-baru ini menjadi sorotan karena tagihan listrik rumah mereka yang mencapai angka Rp 17 juta dalam sebulan.
Pasangan suami-istri ini dikabarkan mengeluh soal tagihan listrik tersebut.
Terkait tagihan listrik itu, akhirnya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina angkat bicara melalui kanal YouTube RANS Entertainment.
Berikut dua klarifikasi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina seperti dirangkum Kompas.com:
1. Tepis keluhan soal tagihan listrik
Nagita Slavina dan Raffi Ahmad menepis anggapan mereka mengeluhkan jumlah tagihan listrik rumah mereka.
Raffi dan Nagita meluruskan bahwa keluhan itu adalah seputar aliran listrik yang bermasalah yang membuat rumah mereka kerap kali mati listrik.
“Sebenarnya yang gue keluhkan bukan Rp 17 jutanya, tapi aliran listrik di sini tuh ada banyak yang bolong,” kata Nagita Slavina seperti dikutip Kompas.com, Selasa (9/6/2020).
"Jadi kebuang, jadi di bawah ini hidup, di atas jegrek. Kalau di atas hidup di bawah jegrek, gitu aja terus ganti-gantian," tambahnya.
Raffi Ahmad turut angkat bicara soal pemberitaan tagihan listrik.
Dia menjelaskan tentang awal ia dituding mengeluhkan tagihan Rp 17 juta.
“Nah, kemarin gue lagi syuting Janji Suci, pas PLN datang, ya sudah reality sambil disyuting, ngomong begini, diangkat begitu. Nah lagi ramai tulisannya gini, 'Rp 17 juta bayar listrik, Raffi Ahmad mengeluh'. Sebenarnya kami manusia biasa, mengeluhnya karena apa dulu nih,” tambah Raffi Ahmad.
2. Akan mengecek aliran listrik rumahnya
Untuk mengatasi listrik yang bermasalah, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akan mendatangkan pihak PLN untuk mengecek kembali aliran listrik rumah mereka.