Valens Boli Meneteskan Air Mata, Saat Keluar dari Karantina Meru

karantina ini sungguh memberi makna. Karena itu jadilah duta kesehatan bagi keluarga, tetangga, komunitas suku dan masyarakat umum

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Valens Boli ketika menandatangani surat bebas setelah menjalani karantina di Puskesmas Balauring. 

Valens Boli Meneteskan Air Mata, Saat Keluar dari Karantina Meru

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-- Salah seorang pelaku perjalanan Valens Boli meneteskan air mata saat mengikuti seremonial pelepasan untuk keluar dari lokasi karantina Puskesmas Balauring di Meru, Rabu (3/6) pukul 10.30 Wita.

Valentinus Boli dan empat orang lainnya, yakni Yohanes Leu Taq, asal Desa Mampir, Kecamatan Buyasuri, Analita Wujon, Afriado Patrio, Ado Wejak dari Kecamatan Nubatukan dinyatakan selesai mengikuti masa karantina selama 14 hari dan dua kali negatif rapid tes.

Dari proses ini Valens Boli dan rekan-rekannya boleh kembali bersama keluarga.

Sebelum diantar kembali ke desa masing-masing, mereka menyelesaikan administrasi pemulangan di meja piket jaga di lokasi tersebut.

Marselinus Dorong, S.Kom, Kepala Bidang Pengelola Teknologi Informasi Dinas Kominfo, Kabupaten Lembata selaku Ketua Tim Piket Jaga di lokasi karantina mengharapkan agar lima orang itu menjadi duta kesehatan bagi masyarakat di sekitarnya.

"Kalian sudah mengikuti seluruh aturan dan protokol bepergian yang diisyaratkan. Ini bagi kalian mungkin membosankan, jenuh dan tidak menyenangkan. Tapi, ini adalah aturan protokol kesehatan dalam sebuah perjalanan yang harus kita patuhi," katanya.

Marsel mengatakan, pengalaman mengikuti karantina ini sungguh memberi makna. Karena itu jadilah duta kesehatan bagi keluarga, tetangga, komunitas suku dan masyarakat umum. Marsel juga menyampaikan permohonan maaf jika selama proses karantina ada hal-hal yang tidak menyenangkan.

Mendengarkan pesan-pesan terakhir untuk selanjutnya kembali ke keluarga ini, Valens Boli terlihat menangis dan menyeka air mata berkali-kali dengan masker yang melilit di lehernya.

Tidak hanya Valens Boli, Yohanes Leu Taq yang terkatung-katung melintasi negeri Jiran Malaysia hingga dua bulan 13 hari selama perjalanan pun meneteskan air mata saat menandatangani surat keterangan mutasi dari Posko Karantina Meru ke Pemerintah Desa Mampir tempat ia kembali setelah 30 tahun berada di perantauan.

Valen Boli menyatakan sangat sedih karena ingat anak-anak dan anggota keluarga setelah melakukan perjalanan ke Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Ia terharu karena selama menjalani karantina banyak orang memberi perhatian dengan tulus. Ditanya soal kesannya selama di karantina ia menjawab sangat baik. Pemerintah memberi asupan makanan tiga kali sehari serta memberi spirit selama mengikuti karantina ini.

Kepala Puskesmas Balauring, Daniel Dayang memastikan bahwa saat pemerintah mengantar kembali pelaku perjalanan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para kepala Puskesmas dan kepala desa masing-masing.

UPDATE Corona Manggarai Timur: Total Pelaku Perjalanan Sebanyak 30.456 Orang

Uskup Ruteng Bersapa Kasih Dengan ODGJ Paulus Jaghang

Pantauan Kominfo di lokasi karantina Puskesmas Balauring Meru sebelum lima orang pelaku perjalanan diantar ke masing-masing desa, mereka terlebih dahulu mengikuti senam bersama 10 orang lainnya. (kominfo lembata/)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved