Gelombang Pantai Selatan "Mengamuk" Kades Boba Minta Warga Waspada
Dilaporkan air laut masuk sampai masuk depan rumah warga dan rabat beton terancam rusak karena dikiki air laut.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Gelombang Pantai Selatan "Mengamuk" Kades Boba Minta Warga Waspada
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Gelombang tinggi dengan angin kencang 'mengamuk' di wilayah perairan Pantai Selatan Kabupaten Ngada.
Di wilayah perairan Desa Boba Kecamatan Golewa Selatan misalnya, gelombang nyaris menghantam pemukiman warga.
Dilaporkan air laut masuk sampai masuk depan rumah warga dan rabat beton terancam rusak karena dikiki air laut.
Kepala Desa Boba, Bertholomeus Age, menjelaskan, memang cuaca dan kondisi cuaca saat ini sangat ekstrim.
Kades Bertholomeus mengaku tidak ada rumah warga yang dihantam gelombang namun dampak dari gelombang air laut masuk ke dalam rumah.
"Untuk rumah dihantam langsung gelombang itu tdk, tapi dampak dari pecahan ombak, air laut masuk sampai depan rumah dan dapur warga. Disitu ada jalan rabat beton yerancam rusak karena dikikis ombak," ungkap Kades Bertholomeus kepada POS-KUPANG.COM Minggu (7/6/2020).
Ia meminta warga yang berada di pesisir Pantai Boba untuk selalu waspada dan sampai saat ini gelombang laut masih tinggi.
• Begini Reaksi Bos Persija Jakarta saat Dirinya Disebut Jadi Komisaris Utama PT LIB, Info
• Ini Pemicu Persija Jakarta Belum Instruksikan Pemain Berkumpul, Tunggu Kejelasan Kompetisi Liga 1 ?
• Betapa Megahnya Rumah Baru Dewi Perssik, Ada Lift hingga Dinding Kaca, Kamar Utama Curi Perhatian
"Gelombang laut masih tinggi. Kita himbauan masyarakat harus selalu waspada apa lagi kalau pada malam hari," ujarnya.
Ia mengatakan dirinya selalu memperhatikan kondisi terkait keadaan warga dan diminta untuk selalu waspada karena potensi gelombang masih tinggi.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kondisi-jalan-rabat-beton-yang-dihantam-air-laut-di-desa-boba.jpg)