Rocky Gerung Kritik Keras Kebijakan New Normal, Sebut Pemerintah Cuma Ikut-ikutan
Rocky Gerung Kritik Keras Kebijakan New Normal, Sebut Pemerintah Cuma Ikut-ikutan
POS-KUPANG.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung turut memberikan komentarnya terkait fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi Covid-19.
Rocky mengatakan, sebenarnya Indonesia bisa siap setiap saat untuk menerapkan new normal.
Namun, lanjut dia, dengan asumsi bahwa puncak pandemi Covid-19 di Indonesia sudah dilalui.
"Semua tergantung kita sudah klimaks atau belum, supaya bisa masuk pada new normal."
"Nah, sekarang pemerintah belum punya data tentang klimaks-nya, tiba-tiba bikin new normal," terang Rocky.
Rocky juga menyinggung soal konsultasi yang dilakukan pemerintah dengan epidemiologi dan virologi.
Menurut dia, dalam hal ini, tidak ada keterbukaan dari pemerintah terkait bagaimana analisis epidemiologi dan virologi.
• Rocky Gerung Sebut Pemerintah Dramatisir New Normal, Warning Presiden Jokowi Second Wave Covid-19
• Rocky Gerung Singgung Duet Anies-Ahok di Pilpres 2024, Saingi Prabowo-Puan?
• Rocky Gerung Nyatakan Ahok Lebih Pantas Dampingi Anies Baswedan Saat Pilpres 2024
• Rocky Gerung Sindir Konser BPIP Hanya Pamer Pemerintah Masih Bisa Bekerja, Bansos Malah Tak Terurus
• Rocky Gerung Sindir New Normal Presiden Jokowi, Sahabat Said Didu Sebut Istana Tidak Normal
• Rocky Gerung Soroti Video Prabowo, Sebut Menhan Jadi Jaminan Kegamangan Pemerintah Jokowi
"Lalu juru bicara istana segala macam mengatakan, 'kami sudah konsultasi dengan epidemiologi dengan virologi'."
"Kalau saya tanya misalnya siapa namanya epidemiologi itu? juru bicaranya akan bilang 'ya itu urusan kami dengan dunia profesi dengan dunia akademisi'."
"Lho ini adalah pandemi, semua orang akan tahu epidemiologi disewa atau sekadar epidemiologi yang menjalankan survei bahkan survei-nya kualitatif," jelas Rocky.
Rocky mengatakan, publik harus mengetahui siapa epidemiologi yang diajak berdiskusi dengan pemerintah terkait Covid-19.
Sebab, menurut dia, beberapa epidemiologi lain mengatakan bahwa, saat ini Indonesia masih mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan.
"Jadi didalam kekacauan itu orang akan menganggap new normal artinya dinormal-normalkan sesuatu yang sebetulnya belum normal, jadi tidak secara natural new normal itu" ungkap Rocky.
"Jadi cuma pindah-pindah narasi padahal faktanya tetap sama yaitu corona masih merajalela," imbuhnya.
Rocky beranggapan, istilah new normal ini sengaja dibuat karena saat ini di dunia tengah berupaya menerapkan new normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rocky-gerung-pengamat-politik.jpg)