Gubernur Viktor Tak Pernah Libur

Sudah 1,8 tahun, waktu dihitung telah berlalu sejak pelantikannya 2018, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yosef Nae Soi, memimpin ini NTT

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Gubernur Viktor Tak Pernah Libur
Dok
Logo Pos Kupang

Tetapi saya harus membangun jalan propinsi di semua kawasan yang disebutkan itu karena memang rakyat di situ sungguh-sungguh membutuhkan pelayanan jalan propinsi yang berkualitas baik. Kita harus kontrol kontraktor buruk yang mengerjakan proyek berkualitas rendah. Saya pasti tindak dan seret kontraktor ke ranah hukum jika kerja main-main. Jadi, stop omongan gak bermutu itu ya Bung," ujarnya.

Sekali lagi, tercatat, banyak serat-serat motivasi diucapkan gubenur dan wakil gubenur yang sekiranya jika diikuti tekun khalayak, maka NTT segera bersalin rupa dari wajah compang camping kemiskinan ke muka suka bersinar penuh pesona. Misalnya, soal maksimalisasi ladang pertanian yang diimpikan Gubernur. Pertanian menjadi sektor andalan selain pariwisata, pabrik garam industri, kelornisasi, sophianisasi dan peternakan sapi, babi dan lainnya.

Gubernur Victor yakin seyakin-yakinnya, jika mobilisasi dan maksimalisasi seluruh lahan pertanian rakyat, yang dikerjakan dengan teknologi, bibit berkualitas, sistem kerja tepat, maka tak ada cukup alasan bagi NTT untuk tetap menetap dalam pelukan kemiskinan.

Victor Laiskodat selalu kepada stafnya menekankan pentingnya data akurat, agar kebijakan pembangunan NTT presisif.

Namun, sialnya, serbuk bibit motivasi, dorongan, dan cahaya perspektif perubahan cepat itu, justru disiram pada taman lama yang di tengahnya ditumbuhi rumput tantangan pemerintah yang tetap sama dari waktu ke waktu. Lamban, pelan dan minus kreativitas dan inovasi.

Semua jenis motivasi briliant itu, masuk dalam kawah kultur kerja petani ladang dan ternak. Waktu selalu dipandang sebagai lingkaran siklis. Bagi para petani dan peternak, waktu akan selalu datang kembali. Karenanya, tak perlulah tergesa-gesa. Santai saja. Kultur ini bersarang rapuh sangat lama, sehingga menjadi kepercayaan bahkan berubah menjadi sejenis keyakinan. Itulah juga yang menyebabkan Victor Jos, terdorong bicara kasar kepada staf di lingkungan birokrasi.

Namun, Victor Jos menempatkan staf yang diduga tepat, profesional, dan jauh dari imajinasi balas dendam balas jasa itu. Balas dendam, menyemai bibit dendam baru. Balas jasa dimungkinkan peluang penempatan orang yang tidak layak dan pantas.

Victor Jos mau membangun postur birokrasi superteam, bukan superman. Di situlah ujian Victor Jos di waktu tiga setengah tahun tersisa.

Di Tesbatan

Victor Bungtilu Laiskodat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Lahairoi Tubu, di Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu, 21 April 2019. Dia meminta seluruh jemaat mengembalikan Amarasi lumbung pangan di Kupang (Sumber: Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT).

"Dulu, sebelum pemekaran, Amarasi memiliki Camat cerdas. Namanya Feky Koroh. Dia mampu membuat Amarasi diperhitungkan di NTT, mulai dari pertanian, perkebunan dan peternakan. Sebagai Gubernur saya akan mengembalikan kejayaan Amarasi. Saya tidak mau, kerja saya kalah dari Camat. Oleh karena itu, saya minta pola pikir dan kerja kita tidak biasa-biasa saja. Kebiasaan lama harus ditinggalkan. Berpikir out of the box, bekerja luar biasa," katanya.

Diingatkannya, masyarakat tidak boleh lupa menanam marungga secara masif. Diyakininya, tanaman ini tak hanya kasiatnya dikenal sejak lama, tetapi juga dari aspek bisnis, kelor dapat dikembangkan untuk kepentingan eksport. Saya minta kita terus menanam marungga, apalagi Amarasi adalah daerah tropis yang sangat cocok untuk pertumbuhan marungga. Marungga pun menjadi bahan dasar untuk membuat sabun dan shampo," jelas Gubernur Viktor.

Menurutnya, dalam satu tahun orang NTT menghabiskan Rp. 3 triliun, untuk pemakaian sabun dan shampo. "Saya berupaya agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, NTT memproduksi sabun dan shampo sendiri dengan bahan dasar marungga," jelasnya. Selain marungga, Viktor minta masyarakat menanam pinang.

"Orang NTT pemakan pinang nomor satu di Indonesia. Tapi, herannya, pinang yang dikonsumsi itu kurang lebih 60 persen dari Sumatera Barat. Sayangnya provinsi kita miskin, malah menyumbang daerah lain demi konsumsi barang yang dapat diadakan sendiri. Nominalnya Rp. 1 miliar/hari. Sekali lagi, saya ingatkan para pengunyah pinang, tanam pinang di halaman rumahnya sendiri," katanya.

Sejak awal kepemerintahannya, Victor Jos tak tinggal diam. Karena pasangan ini bertekad untuk menyelesaikan kemiskinan NTT dalam batas waktu yang tidak terlalu lama. Karena itu, meski jebakan penjara wabah Corona-19 mengurung semua kawasan, pasangan ini tampak terus bergerak, mencari cara yang pas, meski jauh dari publikasi. Tetapi, disadarinya, banyak opini beredar luas di luar, terutama dari kalangan terbatas yang berupaya menyihir khalayak dengan isu, sinisme dan framing media yang tak seimbang, seolah-olah pemerintah Victor Jos, selain berkata-kata kasar, tetapi juga tak berbuat apa-apa dan membuat keputusan strategis tanpa dasar wenang yang kuat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved