Wakili Posko Keuskupan Agung Ende, Romo Perno : Jangan Paksa Diri untuk New Normal, Belum Saatnya !
menerapkan new normal sebagaimana yang diperintahkan oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Wakili Posko Keuskupan Agung Ende, Romo Perno : Jangan Paksa Diri untuk New Normal, Belum Saatnya !
POS-KUPANG.COM | ENDE -- Romo Perno mewakili Posko Covid-19 Keuskupan Agung Ende menyatakan belum saatnya Kabupaten Ende menerapkan new normal sebagaimana yang diperintahkan oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat.
Hal itu disampaikan Romo Perno kepada POS-KUPANG.COM, usai dirinya hadir mengikuti pertemuan Gugus Tugas Covid-19 Ende, di Kantor Bupati Ende, Rabu (27/5/2020) membahas rencana penerapan new normal di Kabupaten Ende dan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
"Untuk saat ini belum bisa new normal, bisa kalau kita paksakan dan resikonya pasti besar. Tetapi saya mau bilang jangan kita paksa diri untuk new normal," tegasnya.
Dia katakan, sebagaimana penjelasan dr. Muna Fatma Kadis Kesehatan Kabupaten Ende dalam pertemuan tersebut, kurva kasus Covid-19 di Kabupaten Ende sedang naik.
Romo Perno mengaku setuju dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Ende Djafar Achmad, bahwa tanggal 15 Juni 2020, bukan patokan mati bahwa Ende mesti memberlakukan new normal.
Dia katakan, warga Kabupaten Ende secara mental belum paham dan belum siap dengan penerapan new normal.
"Ketika kita mengatakan new normal, untuk mereka ingat kata normal saja. Artinya semua kembali seperti biasa. Artinya sebelum sampai ke arah sana, yang paling penting edukasi," ungkapnya.
Selain itu, dia menegaskan, new normal bisa lakukan kecuali ada rekomendasikan dari pihak kesehatan.
"Tadi saya sempat bilang kan Viktor Laiskodat Gubernur NTT bukan dokter, jadi kita jangan memaksakan diri untuk new normal," tegasnya.
Disinggung soal kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Romo Perno mengatakan, pihak Keuskupan Agung Ende sendiri siap membantu.
Menurutnya, ada empat hal penting yang dipersiapkan pihak Keuskupan terkait kepulangan PMI yakni Edukasi melalui media sosial dan turun langsung ke paroki-paroki mengenai protokol kesehatan.
Berikut, kata Romo Perno, terkait penanganan terhadap PMI, Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota telah menegaskan bahwa dalam situasi darurat fasilitas gereja bisa dipakai. "Sehingga kami sudah menyiapkan asrama-asrama paroki dan gedung paroki untuk karantina PMI," ungkapnya.
Ia mendorong agar para Kepala Desa, RT dan RW harus mendata setiap orang baru yang masuk dan harus diarahkan ke Puskesmas. "Ini untuk pengawasan," tegasnya.
Dia katakan, Keuskupan Agung Ende, melalui Komunitas Umat Basis (KUB), membentuk KUB tangkap Covid-19. "Ada stigma yang sangat berbahaya di masyarakat bahwa yang pendatang baru pasti bawa virus Corona.