Sabtu, 23 Mei 2026

Teks Ibadat Sabda Hari Raya Pentakosta di Rumah Minggu 31 Mei 2020

Besok Minggu 31 Mei 2020 umat kristiani sedunia merayakan hari raya Pentakosta, yakni hari raya turunnya Roh Kudus.

Tayang:
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Crosswalk.com
Merpati lambang Roh Kudus 

U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA
P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum
beriman, dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati
mereka.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

11. INJIL (Yoh. 20:19-23)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil
Yesus Kristus menurut Yohanes.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda
salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
Kemudian Pemimpin membacakan Injil.

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu
itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu
tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena
mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada
waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengahtengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi
kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia
menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada
mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka
melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi
kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian
juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah
berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan
berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu
mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan
jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada,
dosanya tetap ada."
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
[Bisa menyanyikan sebuah lagu singkat yang cocok]

12. RENUNGAN SINGKAT
Bacaan Injil menceritakan tentang penampakkan Yesus
sesudah kebangkitan-Nya. Kehadiran Yesus ini
menggembirakan para murid-Nya. Yesus pun mengutus
mereka untuk melanjutkan tugas perutusan-Nya. Untuk
maksud ini, mereka dihembusi dengan Roh Kudus. Roh
ini yang akan menuntun dan membantu mereka dalam
pewartaan mereka nanti.
Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana Roh Kudus
yang dijanjikan Yesus itu turun secara penuh ke atas
para murid. Para rasul pun memberikan kesaksian
tentang Yesus. Kita diberitahu bahwa banyak orang
berkumpul di Yerusalem saat itu. Karena memang hari
itu adalah perayaan Pentakosta yaitu hari kelimapuluh
sesudah Pesta Paskah Yahudi. Orang-orang dari manamana berziarah ke Yerusalem, baik itu orang Yahudi maupun orang Yahudi yang memeluk agama Yahudi.
Itula sebabnya kita mendengarkan deretan nama-nama
suku bangsa seperti Pontus, Libia, dan sebagainya.

Kitab Suci menyatakan bahwa ketika para rasul
kepenuhan Roh, mereka berbicara tentang Yesus dan
semua orang mengerti akan perkataan mereka dalam
bahasa mereka sendiri. Inilah mukjizat dari Roh Kudus.
Namun, bisa juga dipahami bahwa mereka yang
berziarah itu mengerti bahasa Aram, bahasa yang ketika
itu umumnya dipakai, yang juga dipakai oleh para rasul.
Para rasul berbicara dalam bahasa tersebut sehingga
para pendengarnya itu dengan mudah mengerti apa
yang dikatakan oleh para rasul. Intinya adalah pesan
pewartaan itu mereka mengerti.

Saat kini, kita tentu tidak mengalami situasi seperti para
rasul. Roh Kudus yang turun dalam rupa nyala api tidak
kita lihat dengan mata kita. Roh itu tetap turun ke atas
kita karena Yesus tetap menghembuskan-Nya kepada
kita. Ketika kita menerima Roh itu dengan penuh iman,
maka Roh itu akan menyemangati kita ibarat api yang
menghangatkan dan memanaskan.
Orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus adalah orang
semangat dan menghadirkan kehangatan atau
kedamaian di tengah keluarga dan masyarakat. Ia
mungkin tidak perlu berbicara banyak tetapi bahasa
tubuhnya bisa mengungkapkan keinginannya. Bahasa
yang dimengerti oleh semua hati adalah bahasa cinta,
karena ia menyentuh hati. Karena itu, jika orang
menerima Roh Kudus, maka orang akan lebih mudah
berkomunikasi dari hati ke hati, sekalipun mungkin
tidak memerlukan banyak kata-kata yang keluar dari
mulut.

Peristiwa Pentakosta ini merupakan peristiwa
pengutusan kita. Selain dilengkapi dengan karunia dari
Roh Kudus, kita pun dianugerahkan juga karuniakarunia lain dari Tuhan. Rasul Paulus tadi mengingatkan kita untuk menggunakan karunia itu demi
kebersamaan dan demi keselamatan iman. Roh Kudus
yang turun dalam rupa lidah api telah menguatkan para
rasul. Semoga perayaan Pentakosta ini membuat kita
menjadi api yang menghangatkan dan menyemangati
iman satu sama lain dan mengalahkan api egoisme
kita yang menghanguskan. Semoga kita juga yang
menerima Roh Kudus, menggunakan lidah kita sebagai
penyambung Firman Tuhan, membungkam lidah kita
yang yang kadangkala menghancurkan.

13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan
mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku
percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT
P : Allah Bapa Yang Mahabaik, bersama dengan PutraNya telah berkenan mengutus Roh Kudus kepada
seluruh Gereja. Maka, marilah kita bersyukur
kepada Bapa dan berdoa:
P : Bagi umat Allah. Ya Bapa, hiburlah dan gembirakanlah hati umat-Mu dengan Roh Kudus, Sang
Penghibur, terutama dalam situasi wabah virus
corona pada saat ini. Marilah kita mohon…

P : Bagi para pemimpin bangsa-bangsa. Ya Bapa,
doronglah para pemimpin bangsa-bangsa, agar
mengusahakan dan membina damai sejahtera
serta kerukunan. Karuniakanlah mereka semangat
ketabahan dan kebijaksanaan agar mampu
menemukan jalan keluar yang baik menangani
wabah corona saat ini. Marilah kita mohon…

P : Bagi mereka yang lemah. Ya Bapa, kuatkanlah
mereka yang lemah, cairkanlah hati mereka yang
beku, dan baruilah mereka berkat kedatangan RohMu. Marilah kita mohon…

P : Bagi kita sendiri. Ya Bapa, curahkanlah kembali
kepada kami semangat yang telah kami terima
dalam pembaptisan dan penguatan. Semoga kami
semakin mendalami dan menghayati iman kami
dalam hidup harian kami. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan
permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].

P : Allah Bapa Yang Mahakudus, berkat Roh Kudus
yang ada dalam diri kami, kami berseru kepada-Mu:
‘Ya Bapa”. Kabulkanlah permohonan kami dan
utuslah Roh Kudus-Mu untuk menuntun langkah
hidup kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara
kami.
U : Amin

16. DOA PUJIAN (Pentekosta)
P : Saudara-saudari yang terkasih!
Allah Bapa yang mahakuasa telah mencurahkan
Roh Kudus kepada kita. Maka marilah kita memuji
Dia dengan berseru:
Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.

P : Ya Allah, pada kelahiran Gereja, Engkau mengutus
Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah api yang hinggap
atas para rasul. Roh Kudus itu juga Kaucurahkan ke
atas diri kami, memberi kemampuan serta semangat
kepada kami untuk dengan giat mewartakan Kabar
Gembira seperti telah dilaksanakan oleh para rasul.
Maka kami memuji Dikau:
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
P : Karena kekuatan Roh Kudus itu, kami sanggup
memuliakan Dikau dan menjawab cinta-Mu. Maka
kami memuji Dikau:
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.
P : Di dalam Roh Kudus-Mu itu kami telah Kauangkat
menjadi putera-puteri-Mu, sehingga kami menjadi
saudara satu sama lain, dan pantas menyebut
Dikau sebagai Bapa. Maka kami memuji Dikau:
U : Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan,
dan jadi baru seluruh muka bumi.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved