Hasil Rapid Test Murid SD di Nagekeo Reaktif

MURID kelas 2 SD di Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, reaktif berdasarkan hasil rapid test

POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kadis Kesehatan Ngada, Agustinus Naru 

POS-KUPANG.COM - MURID kelas 2 SD di Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, reaktif berdasarkan hasil rapid test. Informasi yang dihimpun Pos Kupang, menyebutkan bahwa anak SD tersebut menjalani rapid test di Puskesmas Laja, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada Rabu (27/5/2020).

Anak berusia 8 tahun itu melakukan rapid test bersama sang ibu. Ibunya dinyatakan non reaktif sedangkan anak reaktif. Keduanya menjalani rapid test karena baru pulang dari Nagekeo yang merupakan zona merah Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada, Agustinus Naru membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan kronologi perjalanan hingga rapid test.

Tiga Warga Dusun Numba Ende Besar Tolak Karantina

Menurut Agustinus, sang ibu bekerja di Laja, Kecamatan Golewa Selatan. Sedangkan anaknya tinggal dengan pamannya di Mbay, Kabupaten Nagekeo sejak tahun 2014.
Karena sekolah diliburkan akibat pandemi Covid-19, murid kelas 2 itu berlibur di kampung ayahnya di Nuanage, Desa Lokalaba, Kecamatan Mauponggo sejak April 2020.

Pada tanggal 25 Mei sekitar pukul 18.00 Wita, sang ayah mengantar ibu dan anak ke Maubawa. Saat itu mereka singgah di posko perbatasan Ngada dengan Nagekeo. Selanjutnya dari Maumbawa ke Laja menggunakan sepeda motor ojek. Mereka langsung ke Laja, tempat kost sang ibu.

Ary-Dina Hadang Bupati TTS

Kemudian pada Rabu (27/5), mereka ke Puskesmas untuk menyampaikan bahwa baru tiba dari Nagekeo dan meminta karantina mandiri. Namun ibu dari anak tersebut meminta keduanya dilakukan rapid test.

"Karena anak reaktif maka pihak pihak Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada dengan menggunakan kendaraan ambulans dari karantina terpusat menjemput kedua orang tersebut untuk dikarantina terpusat di Turekisa," jelas Agustinus.

Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan ibu dari anak tersebut merupakan warga Kabupaten Ngada. Si anak merupakan warga Nagekeo. Demi kemanusiaan yang diutamakan adalah menyelamatkan ibu dan anaknya.

Bupati Soliwoa mengingatkan masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada ibu dan anak tersebut. Walaupun hasil rapid test reaktif, yang menentukan bahwa terjangkit virus Corona adalah hasil swab.

"Harus tetap tenang dan jelas anak tersebut adalah warga Nagekeo yang berlibur dengan ibunya di Laja, Kabupaten Ngada. Kita akan koordinasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan persoalan," imbuh Bupati Paulus. (gg)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved