Bupati Ende Djafar Achmad: Begitu Ada BLT Toko Pakian Ramai, Warga Jangan Boros!

Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad mengingatkan agar warga Kabupaten Ende tidak boros di tengah pandemi Covid-19

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Bupati Ende Djafar Achmad saat menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga desa Nanganesa Kecamatan Ndona di Aula Firdaus Nanganesa, Kamis (28/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad mengingatkan agar warga Kabupaten Ende tidak boros di tengah pandemi Covid-19 ini. Hal itu disampaikan Bupati Djafar saat melauching penyaluran Bantuan Langsung Tunai ( BLT) dana desa di Desa Nanganesa di Aula Firdaus Nanganesa, Kamis (28/5/2020).

"Jangan sampai setelah terima BLT ini toko pakian, toko sandal ramai, saya pesan jangan hanya sibuk belanja pakian lupa hal-hal yang lebih penting," ungkapnya.

Dia katakan, delapan desa yang kepala desanya belum dilantik, ia memberi mandat kepada camat untuk melantik agar segala urusan di desa bisa berjalan baik.

Obyek Wisata NTT Siap dibuka 15 Juni Mendatang

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Albert Yani, dalam laporannya mengatakan data terakhir penyaluran BLT yakni 228 Desa 15.092 KK dengan anggaran mencapai 27.165.600.000.

Dia katakan, dari total 255, maka ada 27 desa yang belum bisa melakukan penyaluran BLT, karena belum melakukan Musyawarah Khusus Desa Khusus (Musdekus) penetapan penerima BLT.

Dia menjelaskan skema penyaluran BLT ini sesuai PMK 50 Tahun 2020, ditambah lagi tiga bulan menjadi enam bulan.

BLT Diperpanjang Tiga Bulan Lagi, Simak 15 Desa yang Sudah Salurkan Bantuan

"Tahap pertama bulan April, Mei dan Juni sebesar 1.800.000 per bulannya 600.000, sedangkan tahap kedua Juli, Agustus dan September 900.000 per bulannya 300.000, jadi total per KK menerima sebesar 2.700.000," ungkapnya.

Dia katakan terkait upaya percepatan BLT hanya ada tiga syarat yakni, pertama, Perbub tentang penggunaan dana. Untuk Kabupaten, kata dia, perlu direvisi lagi sesuai PMK 50.

"Kita sudah punya Perbub Nomor 15 Tahun 2020 nanti akan direvisi lagi sesuai PMK 50," ungkapnya.

Kedua, lanjut Albert, Musyawarah Desa Khusus (Musdeskus). Menurutnya dalam masyarakat sendiri yang menentukan mana yang layak menerima BLT sesuai 14 indikator dan 3 kriteria tambahan penerima BLT.

"Dan yang terakhir Perkades penetapan nama-nama penerima BLT. Jadi saya desa-desa yang belum segera melakukan Musdekus," tegas Albert Yani.

Sementara itu, Kepala Desa Nanganesa, Ishak Ismail kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan jumlah KK penerima BLT di desanya 141 KK.

Dia memastikan bahwa penerima BLT di desanya merupakan KK yang layak menerima BLT, karena pendataan oleh relawan Covid-19 dilakukan secara teliti, melalui verifikasi. "Semua mekanisme kita ikuti hingga penetapan penerima BLT, untuk pendataan kurang lebih dua minggu," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved