Senin, 18 Mei 2026

Bupati di NTT Siap Karantina Pekerja Migran

Pemerintah kabupaten/kota menyiapkan tempat karantina untuk pekerja migran asal NTT yang pulang dari luar negeri

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur di Kantor Camat Nubatukan, Rabu (27/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah kabupaten/kota menyiapkan tempat karantina untuk pekerja migran asal NTT yang pulang dari luar negeri. Sebelum sampai kampung halaman, pemda mengharapkan agar pekerja migran terlebih dahulu dikarantina di Kupang.

Bupati Timor Tengah Selatan ( Bupati TTS), Egusem Piether Tahun, berdasarkan data yang diperolehnya, pekerja migran asal TTS tidak ada. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim TTS.

Mahasiswa Indonesia Halal Bihalal Online

"Untuk ruang karantina terpusat sendiri, kita sudah menyediakan di dua lokasi, yaitu di Oenali gedung milik pertanian dan SMK Negeri 1 SoE," kata Bupati Tahun ketika dikonfirmasi, Selasa (26/5/2020) malam.

Hal berbeda dilakukan Pemerintah Kabupaten Malaka. Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan, tidak menyiapkan penampungan khusus. Menurutnya, menampung orang dalam satu lokasi khusus pengawasannya akan sangat sulit, apalagi memberi makan sekian banyak orang.

Ussy Sulistawaty: Lebaran di Rumah Sakit

Bupati Stef mengatakan, pola yang digunakan adalah ketika imigran tersebut masuk di perbatasan, maka akan diperiksa dan dicatat riwayat perjalanannya. Data itu kemudian diberikan ke petugas puskesmas, kepala desa, camat, polisi dan anggota TNI untuk kemudian yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumah sesuai protap dan diawasi secara rutin.

Sementara itu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus memonitor pemulangan pekerja migran asal Belu. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Belu Laurens Kiik Nahak menjelaskan, sesuai informasi dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), jumlah pekerja migran asal Belu sebanyak empat orang.

Bupati Belu Willybrodus Lay menyambut baik pekerja migran yang hendak pulang ke Belu. "Sebagai warga Belu, kapan saja bisa pulang ke kampung halamannya dan pemerintah siap menerima dengan baik. Dan tentunya, di tengah situasi Covid-19 ini, semua warga diimbau agar selalu waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19," kata Bupati Willy.

Bupati Kabupaten Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla mengatakan, pekerja migran yang akan tiba harus menjalani prosedur kesehatan Covid-19.

"Yang paling penting, mereka ikut dan jujur. Ikut pedoman protokol kesehatan Covid-19," kata Bupati Dulla saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/5/2020).

Bupati Ende Djafar Achmad juga mengakui belum ada data pasti berapa pekerja migran yang akan pulang ke Ende.

"Data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Ende hanya yang legal, berjumlah 134 orang," sebut Bupati Djafar saat ditemui di Kantor Bupati Ende.

Menurutnya, pekerja migran yang kembali harus diperiksa secara ketat hingga dikarantina terpusat. Lokasi karantina di Stadion Marilonga, bisa menampung 200 orang. Selain itu, Rumah Jabatan Bupati Ende dan Ruang Latihan Kerja (KLK) Nakertrans Ende.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur berharap pekerja migran asal NTT sebaiknya dikarantina secara nasional terlebih dahulu di Batam atau Kupang.

Setelah dua minggu karantina, lanjut Bupati Yentji, para pekerja migran dites Swab di Kupang. Jika negatif Corona baru mereka dikirim pulang ke daerah asal masing-masing.

"Supaya kita hanya observasi saja di sini, langsung kita kirim ke desa. Lakukan karantina di desa," katanya kepada wartawan di Kantor Camat Nubatukan, Rabu (27/5/2020).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved