Rumah dan Padi di Desa Tonggurambang Nagekeo Terendam Banjir
Sejumlah rumah dan padi sawah di Desa Tonggurambang Kecamatan Aesesa Kota Mbay Kabupaten Nagekeo dilaporkan terendam banjir
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sejumlah rumah dan padi sawah di Desa Tonggurambang Kecamatan Aesesa Kota Mbay Kabupaten Nagekeo dilaporkan terendam banjir.
Plt Kepala Dinas Pertanian Nagekeo, Tin Dawo, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
"Ia benar, kemarin kami langsung ke lokasi yang terendam. Data riil belum ada , masih tunggu teman-teman PPL," ungkap Tin kepada POS-KUPANG.COM Senin (25/5/2020).
• Wens Djebarus Minta Maaf dan Sebut Istrinya Cuit BLT Dana Desa Rp 100.000
Ia mengatakan pihaknya telah melakukan tanggap darurat disaluran pembuangan.
"Iya, penanganan di saluran pembuangan yaitu pengerukan," ujarnya.
Ia menyampaikan untuk padi siap panen yang ikut terendam bisa sangat sulit dipanen menggunakan alat panen. Jika sudah kering baru bisa dipanen.
• Belajar dari Rumah di TVRI, Selasa 26 Mei 2020, Mendikbud Nadiem Makarim Bacakan Puisi
"Tergantung cuaca, kalau agak kering bisa pakai alat panen, tapi kalau masih basah sekali alat tidak bisa, kita berharap semoga dua atau tiga hari kedepan cuaca bagus supaya padi yang siap panen proses panen berjalan dengan lancar," ujarnya.
Bupati Tinjau Lokasi
Sebelumnya Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, didampingi Kepala dinas PUPR Bernadinus Fansiena, Plh Kepala BPBD Gusti Pone, pelaksana tugas kepala dinas pertanian Clementiana Dawo dan asisten II Setda Nagekeo, Syarifuddin Ibrahim, meninjau langsung lokasi banjir yang merendam puluhan hektar sawah dan pemukiman di Desa Tonggurambang Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Minggu (24/5/2020).
Banjir juga menghanyutkan hasil panen petani serta merusak padi di lumbung milik petani.
Hujan yang mengguyur kota Mbay tiga hari terakhir menyebakkan banjir yang merendam puluhan hektar sawah dan perumahan di Desa Tonggurambang kecamatan Aesesa kabupaten Nagekeo.
Bupati Don menyatakan banjir yang terjadi ini akibat hujan yang mengguyur kota Mbay tiga hari terakhir serta, belum ada pemeliharaan infrastruktur pertanian yang ada.
Saluran pembuangan yang dangkal dan sempit serta beberapa saluran tersier yang sempit dan ditambah lagi dengan deker yang sempit menyebabkan terjadi luapan air.
Bupati Don langsung memerintahkan pihak BPBD Nagekeo untuk mengeruk saluran yang sempit sebagai langkah darurat untuk mengurangi banjir yang terjadi.
Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, meminta kepala desa Tonggurambang untuk segera membuat laporan ke bupati penangan banjir yang terjadi dengan mendata lokasi lokasi yang segera ditangani agar banjir tidak terjadi lagi kedepannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rumah-dan-padi-di-desa-tonggurambang-nagekeo-terendam-banjir.jpg)