Update Corona Sumba Timur - Selama Tiga Hari Tidak Ada Penambahan Pelaku Perjalanan

Selama tiga hari berturut-turut tidak ada penambahan jumlah pelaku perjalanan di Kabupaten Sumba Timur

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat -Minggu (22-24/5/2020) tidak ada penambahan jumlah pelaku perjalanan di Kabupaten Sumba Timur. Begitu juga dengan jumlah Orang Dalam Pemantauan ( ODP).

Sesuai data yang diperoleh dari Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid-19), Minggu (24/5/2020) malam, menyebutkan, jumlah pelaku perjalanan di Sumba Timur masih tetap sejak beberapa hari sebelumnya, yakni 4.286 orang dengan rincian ,pelaku perjalanan yang sudah selesai karantina mandiri sebanyak 4.174 orang dan yang masih karantina mandiri 112 orang.

Ini Syarat yang Wajib Dipenuhi PNS yang Kembali dari Mudik Lebaran

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Sumba Timur saat ini masih ada sembilan orang yang masih dipantau. Akumulasi ODP sebanyak 172 orang dan yang telah selesai dipantau sebanyak 163 orang, sehingga tersisa sembilan orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumba Timur ada 4 orang dan 3 orang telah sembuh atau selesai masa pemantauan, sehingga jumlah saat ini masih ada 1 orang PDP yang dipantau.
Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Sumba Timur saat ini sebanyak 11 orang.

Kondisi New Normal, Ini Ketentuan Jarak Antar-karyawan di Kantor

Untuk diketahui bahwa saat ini di Sumba Timur telah ada kasus positif Covid-19 sebanyak tujuh kasus. Ketujuh kasus ini masih merupakan kasus yang berasal dari kluster STT Sangkakala Grogol Jakarta.

Sampel yang sudah dikirim sebanyak 44 sampel, tujuh sampel terkonfirmasi positif, 16 sampel negatif dan 21 sampel belum ada hasil.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana mengimbau kepada masyarakat Sumba Timur supaya tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan oleh WHO dan juga dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

"Mari kita taati semua protokol kesehatan, social distancing dan physical distancing. Tetap di rumah, jika terpaksa keluar maka gunakan selalu masker dan rajin cuci tangan," kata Chrisnawan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved