Pandemi Covid-19 Belum Usai Anak Mulai Bosan Belajar dari Rumah, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Jenuh
orang tua yang masih kerepotan saat mendampingi anak belajar. Terutama, menjaga anak tetap semangat dan tidak bosan saat belajar.
Pandemi Covid-19 Belum Usai, Anak Mulai Bosan Belajar dari Rumah, Lajukan Hal Ini Agar Tidak Jenuh
POS-KUPANG.COM--Pandemi Covid-19 Belum Usai, Anak Mulai Bosan Belajar dari Rumah, Lajukan Hal Ini Agar Tidak Jenuh
Proses belajar dari rumah menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Meski sudah berlangsung dua bulan, kenyataannya banyak orang tua yang masih kerepotan saat mendampingi anak belajar. Terutama, menjaga anak tetap semangat dan tidak bosan saat belajar.
Tantangan tersebut dirasakan Dian Anggraini. Dian cukup kewalahan mengatur anaknya, Nita, yang berusia 10 tahun saat belajar dan berkegiatan di rumah.
Nita belakangan uring-uringan karena harus berdiam di rumah saja. Anak bungsunya itu mulai menunjukkan rasa bosan karena sudah lama tidak beraktivitas di luar rumah.
“Nita sudah menunjukkan tanda kalau dia mulai bosan belajar. Pagi-pagi sudah di depan televisi. Padahal, jam 07.00 dia harus video call dengan gurunya,” cerita ibu dua anak ini.
Untuk menjaga agar anaknya tidak mudah bosan, Nita pun bersiasat dalam memahami anaknya. Ia mulai mengatur jadwal anaknya saat berkegiatan di rumah, termasuk belajar dari rumah.
Situasi yang dialami Nita pun jamak dirasakan oleh para orang tua. Bagaimanapun, kondisi belajar dari rumah memang merupakan hal baru.
Baik guru, orang tua, dan siswa baru pertama kali menjalani sistem pembelajaran secara daring. Apalagi, dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan mengurangi aktivitas di luar rumah. Perasaan bosan dapat muncul kapan saja.
Anda pasti pernah merasakan hal serupa seperti Nita. Namun jangan khawatir, saat melihat tanda-tanda anak mulai bosan, dapat menerapkan cara-cara berikut ini agar anak kembali semangat belajar. Apa saja, yuk simak.
Pahami karakter anak
Orang tua dapat menggunakan kesempatan beraktivitas dan belajar di rumah untuk lebih memahami karakter anak dengan cara mengobservasi tingkah laku anak yang sebenarnya. Dalam proses memahami ini, dibutuhkan sikap empati dari orang tua.
Untuk bisa memahami, orang tua perlu menggunakan pola pikir anak. Dengan cara ini, orang tua akan paham kenapa anak bisa merasa bosan saat belajar.
Cara tersebut juga dapat membuka komunikasi dan sikap saling terbuka antara orang tua dan anak. Anak pun dapat menyampaikan apa yang mereka rasakan saat belajar dan berdiam di rumah.
Setelah itu, dapat berkompromi dengan anak. Misalnya, dengan menyusun jadwal bersama, seperti jadwal bermain dan jadwal bermain ponsel.