Senin, 18 Mei 2026

Masjid Tanpa Persiapan Jamaah Salat Id di Rumah

Presiden Joko Widodo melarang pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah di masjid atau lapangan

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Imam Masjid Raya Nurussa'adah, Kupang, Drs. H. Muhammad Djafar 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Presiden Joko Widodo melarang pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah di masjid atau lapangan. Jokowi juga melarang mudik. Upaya ini untuk memutus penyebaran virus Corona ( Covid-19). Tokoh agama Islam di NTT mengikuti imbauan pemerintah.

"Kita mematuhi apa yang ditetapkan pemerintah," kata H Muhammad Djafar, Imam Masjid Nurussa'adah Kupang, Selasa (19/5/2020).

Seminggu menjelang Idul Fitri, Masjid Nurussa'adah belum 'dipercantik' alias tanpa persiapan. "Kami tidak ada persiapan di masjid karena sudah ada petunjuk untuk merayakan Idul Fitri di rumah masing-masing," ujarnya.

Kemenag Terbit Buku Panduan

Menurut Djafar, pada saat Idul Fitri akan ada takbir di masjid tapi tanpa kehadiran jamaah. "Hanya mungkin ada takbir saja di masjid lalu shalatnya jamaah di rumah masing-masing."

Ia menjelaskan, ada anak-anak yang tinggal di masjid sehingga pada malam Lebaran nanti mereka yang akan takbir di masjid. "Tidak ada takbir keliling. Dan, mungkin ada juga takbir di rumah masing-masing," katanya.

PWNU Serukan Silaturahmi Tak Langsung

Mengenai imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak saling mengunjungi, Djafar menjelaskan tidak ada silaturahmi juga setelah beribadah di rumah masing-masing.

"Kita patuhi semua yang telah ditetapkan baik dari pemerintah maupun MUI. Kita patuhi semua," ucapnya.

Djafar mengimbau jamaah mengikuti segala ketentuan dari pemerintah maupun pemimpin agama.

Hal senada disampaikan Imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima, Muslimin Rusli.
Muslimin mengatakan, ada imbauan MUI pusat, MUI NTT dan MUI Kota Kupang untuk melaksanakan Salat Id di rumah masing-masing.

"Meski dari segi kebatinan menolak untuk ini, tetapi kita harus bijak untuk melaksanakan salat di rumah," kata Muslimin saat ditemui di kediamannya, Selasa (19/5).

Menurutnya, jamaah Masjid Nurul Hidayah sudah diimbau untuk melakukan Shalat Idul Fitri di rumah.

"Para jamaah tetap patuh pada imbauan MUI dan pemerintah, terutama Pemerintah Provinsi NTT dan Kota Kupang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Muslimin mengatakan, momen menyambut Idul Fitri tahun ini lebih banyak merujuk pada persiapan batin. Pada akhir-akhir bulan Ramadhan seperti ini, setiap umat Muslim pasti merasa sedih, juga merasa kehilangan momen yang selama ini begitu meriah dirayakan.

"Tetapi jujur bahwa kita mengambil sisi positifnya saja. Karena pada tahun-tahun sebelumnya kita mungkin jarang salat berjamaah bersama keluarga di rumah, lalu buka puasa bersama keluarga, karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Namun kali ini kita bisa salat dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah," ucap Muslimin

Selain salat berjamaah dan berbuka puasa bersama, momen kali ini juga menjadi sebuah momen semua umat muslim Bertadaruz (membaca Al-Qur'an) bersama.
"Jadi volume kita membaca Al-Qur'an itu lebih banyak pada saat pandemi Covid-19 ini," tandasnya.

Sikap Pemkot

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menegaskan belum melonggarkan kegiatan atau aktivitas keagamaan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man saat menerima Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang di ruang kerjanya, Selasa (19/5).

"Jadi, kita masih taat pada anjuran pemerintah pusat terdahulu dan maklumat Kapolri," kata Herman sebagaimana dikutip dari press release Humas Pemkot Kupang,

Ketua FKUB Kota Kupang Pdt Rio Fanggidae, STh mengatakan, meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kupang sangat berpengaruh pada seluruh aktivitas keagamaan.

Ketua MUI NTT H Abdul Kadir Makarim mengimbau jamaah melaksanakan Salat Id di rumah masing-masing karena kondisi daerah NTT masih belum menentu.

"Dikhawatirkan masih ada virus Corona karena makin hari makin bertambah. Dan, ini sangat berbahaya. Kita harapkan virus ini segera berlalu," tuturnya.

Meski demikian, lanjut Makarim, tidak menutup kemungkinan bagi masjid yang melaksanakan Salat Id dipersilahkan.

Ketua MUI Kabupaten Timor Tengah Selatan, H Rahmat Hasan mengatakan, keputusan pasti peniadaan Salat Id berjamaah masih menunggu keputusan Menteri Agama pada Jumat mendatang.

"Kita sudah ada pembicaraan di tingkat Forkompimda Kabupaten TTS terkait pelaksanaan Salat Id. Tapi melihat kondisi saat ini, dimana Kabupaten TTS sudah zona merah kemungkinan besar tidak ada Salat Id di lapangan atau di masjid," kata Rahmat melalui sambungan telepon, Selasa (19/5).

Ia mengimbau umat Islam melaksanakan Salat Id rumah bersama keluarga. Ia mengatakan, pelaksanaan Salat Id di rumah tidak mengurangi makna Idul Fitri.
"Kita utamakan keselamatan masyarakat dari penyebaran virus Corona. Oleh sebab itu, Salat Id di rumah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua MUI Kabupaten Belu, Kaliman B Lamarobak, SPd, MH. "MUI Belu sudah mengimbau umat Islam agar sholat terawih dan Salat Id dilaksanakan di rumah masing-masing," kata Kaliman.

Ketua MUI Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqim juga mengatakan, umat Muslim Malaka melaksanakan Salat Id di rumah masing-masing. Zaenal mengatakan hal ini setelah berkoordinasi dengan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

Mengenai lalal bi halal dan silaturahmi, Zaenal mengatakan, dapat melalui telepon atau video call.

Tarawih Tanpa Jamaah

Ketua MUI Kabupaten Ngada, Haji Surachman Wiryo Sumarto menegaskan, Salat Id tidak dilaksanakan di tempat terbuka tapi di rumah masing-masing.

"Kalau sholat tarawih, takbir di masjid untuk pengurus masjid saja. Tidak mengumpulkan massa, hanya dua sampai tiga orang saja," kata Surachman di Kota Bajawa, Kamis (21/5).

Ketua MUI Kabupaten Sumba Timur, Abdurahman Ato, SAg, MPd mengatakan, pihaknya mengikuti imbauan pemerintah. "Kami komunitas muslim Sumba Timur, khususnya Kota Waingapu mengikuti imbauan pemerintah. Kami salat di rumah dengan keluarga inti," kata Abdurahman.

Bupati Sumba Timur, Gidon Mbilijora berharap umat muslim mengikuti imbauan pemerintah dan MUI melaksanakan Salat Id di rumah masing-masing. "Saya mengimbau agar semua umat muslim tetap menjalankan ibadah puasa maupun hari raya Idul Fitri sesuai dengan imbauan pemerintah dan MUI," kata Gidion.

Ketua MUI Kabupaten Sumba Barat, H Abdulah Bamualim dan Wakil Ketua MUI Kabupaten Sumba Barat Daya, H Samsi Pua Golo, ST mengatakan, pihaknya memutuskan Salat Id di rumah.

Keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Forkopimda. Keduanya mengimbau ormas dan peguyuban serta seluruh umat Islam untuk melaksanakan Salat Id di rumah demi memutus rantai penularan virus Corona.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin mengimbau umat Muslim melaksanakan Salat Id di rumah agar dapat membantu upaya bersama mencegah meluasnya penularan Covid-19.

Terkait pengamanan Idul Fitri, Hamidin mengatakan, saat ini kepolisian sedang melaksanakan operasi ketupat.

"Operasi ketupat saat ini tetap berjalan, tetapi tidak hanya mengamankan jalur kegiatan Idul Fitri, tetapi juga dikaitkan dengan pergerakan manusia berkaitan dengan pencegahan Covid-19. Ini memang bebannya lebih berat sedikit daripada operasi ketupat yang biasa dilaksanakan," kata Hamidin.

Mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini mengucapkan terima kasih karena telah melaksanakan kegiatan ibadah di rumah. "Terima kasih karena kegiatan ibadah semuanya dilakukan secara mandiri," ucap Hamidin. (cr4/cr5/cr1/yen/din/jen/yon/gg/yel/pet/hh)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved