Jalan Trans Selatan TTS-Malaka Putus Akibat Longsor

Jalan Trans Selatan yang menghubungkan Kabupaten TTS dan Kabupaten Malaka putus total akibat tanah longsor

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Warga sedang memikul kendaraan sepeda motor melewati timbunan material longsor di ruas jalan trans selatan, Desa Boking. 

POS-KUPANG.COM | SOE - Jalan Trans Selatan yang menghubungkan Kabupaten TTS dan Kabupaten Malaka putus total akibat tanah longsor yang terjadi di Koto, Desa Boking, Kecamatan Boking, Kabupaten TTS. Longsor yang terjadi dipicu hujan deras yang terjadi seminggu terakhir.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat (22/5/2020) badan jalan trans Negera di titik Koto tertutup material tanah dan batu besar yang longsor dari tebing.

Ketinggian material tanah dan longsor yang menutupi badan jalan mencapai 1 meter. Titik longsor yang terjadi di ruas jalan trans selatan kurang lebih ada 10 titik. Longsor yang terjadi tidak hanya menyebabkan material tanah dan batu menutupi badan jalan tetapi beberapa pepohonan juga nampak tumbang dan menutupi badan jalan.

Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19, Begini kata Pdt Mery Kolimon

Ketua Komisi IV yang juga ketua Fraksi Hanura, Marthen Tualaka dalam perjalan menuju lokasi banjir di Desa Fatu Manufui terpaksa memutar balik kendaraannya akibat longsor yang menutupi seluruh badan jalan.

Dia meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Propinsi NTT untuk segera turun ke lokasi guna membersihkan material longsor yang menutupi badan sehingga akses jalan bisa kembali terbuka.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Sikka Kirim Lagi 65 Sampel Swab ke Kupang

Dia berharap ke depan Dinas PU Provinsi NTT bisa memperbaiki cutting pada tebing sehingga tidak mudah longsor.

"Putusnya ruas jalan trans selatan ini jangan mengganggu mobilitas kendaraan baik ke arah Malaka, maupun sebaliknya. Oleh sebab itu, BPMD Propinsi NTT harus bergerak cepat guna membuka kembali akses jalan yang tertutup akibat longsor," pinta Marthen.

Rince Tamonob, salah satu pengendara sepeda motor yang melintas dari arah boking hendak munju Kuanfatu terpaksa meminta bantuan warga untuk memikul sepeda motornya melintasi timbunan longsor.

"Saya kaget, pas turun dari atas, di bawah material tanah dan batu sudah tutup jalan semua. Jadi saya rem lalu meminta bantuan warga untuk memikul sepeda motor saya untuk bisa melewati timbunan longsor," kisahnya.

Dia berharap, Pemprov NTT bisa segera membersihkan material longsor sehingga akses jalan bisa kembali terbuka.

"Kalau bisa pemerintah secepatnya kasih bersih timbunan longsor sehingga mobilisasi Kendaraan dan manusia tidak terganggu," pintanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved