Camat Omesuri Pastikan Kantor Desa Balauring Sudah Dibuka

Camat Omesuri Siprianus Suya memastikan Kantor Desa Balauring yang sempat disegel warga saat ini sudah dibuka kembali

POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
/Langsung Tunai (BLT) Covid-19, Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri menuntut Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur segera mencopot Syarif Patipilohi dari jabatannya sebagai Kepala Desa Balauring. Menurut warga, bupati sudah berjanji akan mencopot kepala desa yang lambat melakukan penyaluran BLT, apalagi prosesnya kemudian bermasalah. Kini Warga Desa Balauring menagih janji itu. Tuntutan ini mereka sampaikan saat menggelar aksi damai di Kantor Desa Balauring, Kamis (21/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Camat Omesuri Siprianus Suya memastikan Kantor Desa Balauring yang sempat disegel warga saat ini sudah dibuka kembali untuk aktivitas pemerintah desa terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai ( BLT) Covid-19.

Ketika dihubungi, Kamis (21/5/2020) malam, Sipri mengatakan situasi sudah kondusif setelah dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan warga Desa Balauring yang tidak puas dengan pendataan BLT Covid-19. Saat dihubungi, menurut Sipri tim inspektorat Kabupaten Lembata sementara melakukan verifikasi dan penyusunan berita acara BLT Covid-19. Prosesnya masih berlangsung sejak pukul 14.00 Wita.

Gugus Tugas Lembata Lakukan Rapid Test di Pasar Pada

Dua unit motor yang sempat disita warga juga sudah dikembalikan dan sekarang sudah berada di Kantor Desa Balauring.

"Situasinya sudah aman. Sementara dirapikan data-datanya untuk proses lebih lanjut," imbuhnya.

Jika prosesnya bersama inspektorat lebih cepat, dia harap penyaluran BLT Covid-19 bagi Warga Desa Balauring bisa dilakukan Jumat besok.

Jelang Lebaran, Kabar Mengejutkan dari Luar Angkasa, Sebua Asteroid Raksasa Dekati Bumi, Berbahaya?

"Sebentar kalau ditandatangani berita acaranya baru kita tahu," jelas Sipri menjelaskan soal data penerima.
Sudah aman, kita mengakomodasi semua kepentingan, semua pihak, saya yakin juga akan aman," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Buntut dari persoalan pendataan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19, Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri menuntut Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur segera mencopot Syarif Patipilohi dari jabatannya sebagai Kepala Desa Balauring. Menurut warga, bupati sudah berjanji akan mencopot kepala desa yang lambat melakukan penyaluran BLT, apalagi prosesnya kemudian bermasalah. Kini Warga Desa Balauring menagih janji itu.

Tuntutan ini mereka sampaikan saat menggelar aksi damai di Kantor Desa Balauring, Kamis (21/5/2020).
Selain ingin kepala desa dicopot, massa yang sejak pagi melakukan aksi di kantor desa pun menyegel pintu kantor desa dengan palang kayu balok. Mereka juga menyita aset desa berupa dua unit sepeda motor dan satu unit mobil pikap.

Tokoh masyarakat Abdullah Agus Salim mengatakan saat ini masyarakat berada dalam situasi mengambang; tidak ada yang memimpin dan dipimpin. Warga kesal karena proses pendataan penerima BLT Covid-19 bermasalah dan sudah tidak sesuai dengan kesepakatan musyawarah desa yakni sebanyak 204 penerima BLT. Warga menuding kepala desa memanipulasi data penerima menjadi sebanyak 114 penerima saat asistensi di lingkup kecamatan.

Dalam pernyataan sikap, mereka meminta bupati segera mencopot kepala desa. Massa bersikeras baru akan mengembalikan aset desa yang disita dan membuka segel kantor setelah bupati datang dan membawa surat pencopotan kepala desa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved