Selama Pakar Belum Temukan Vaksin Covid-19, Penanganan Pasien Corona Masih Panjang

Sampai saat ini belum satu pun obat atau vaksin yang ditemukan untuk menyembuhkan atau memberikan kekebalan tubuh dari virus corona atau Covid-19.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto 

Selama Pakar Belum Temukan Vaksin Covid-19, Penanganan Pasien Corona Masih Panjang

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sampai saat ini belum satu pun obat atau vaksin yang ditemukan untuk menyembuhkan atau memberikan kekebalan tubuh dari virus corona atau Covid-19.

Karena itu, selama pakar belum menemukan obat dan vaksin penyakit ini, maka pengobatan atau penanganan pasien yang terpapar virus corona atau Covid-19, masih panjang.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (19/5/2020).

5 Fakta Ini Memicu Bupati TTU, Ray Fernandes Lapor Balik Alfred Baun ke Polisi

KABAR GEMBIRA! Token Listrik PLN Gratis Diperpanjang Sampai September 2020, Ini Cara Mendapatkannya

Dikatakannya, hingga saat ini, individu belum bisa dikebalkan dari virus corona atau Covid-19, karena vaksin untuk penyakit tersebut belum ditemukan.

Sampai saat ini, lanjut Yuri, demikian Achmad Yurianto biasa disapa, penelitian yang dilakukan oleh para pakar di seluruh dunia terkait Covid-19, belum selesai.

"Jadi belum ada satu pun obat atau pun vaksin yang digunakan sebagai standar dunia dalam rangka menangani, mencegah atau pun mengobatinya," ujar Yuri.

Ketika vaksin belum ditemukan, lanjut Yuri, maka itu harus dimaknai sebagai orang belum bisa dikebalkan dari Covid-19," tegasnya.

Kemudian, lanjut Yuri lagi, karena belum ditemukan obat untuk virus mematikan ini, maka pengobatan penyakit tersebut, masih menggunakan prosedur yang panjang.

"Untuk itu, cara yang paling baik dalam kondisi saat ini, adalah memutuskan penyebaran dan mencegah penularan Covid-19 itu sendiri," ujar Yuri.

Berkenaan dengan itu, Yuri kembali mengingatkan seluruh masyarakat agar membiasakan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS.

Yuri juga menyebutkan, PHBS merupakan salah satu bagian dari budaya New Normal atau normal baru dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"PHBS meliputi, mencuci tangan secara rutin memakai sabun dengan air mengalir, membiasakan menjaga jarak fisik saat melakukan kontak dengan orang lain, " ungkap Yuri.

"Lalu memakai masker saat ke luar rumah dan pertimbangkan secara selektif saat hendak keluar rumah. Jangan lupa hindari kerumunan jika berada di luar rumah," tambah Yuri.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved