Putu Alit Sudarma: Surat Keterangan Bebas Covid-19 Syarat Mutlak

Putu Alit Sudarma menegaskan siapa pun yang ingin bepergian ke luar daerah harus membawa surat keterangan bebas Covid-19

POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana saat petugas medis mengurus surat di Posko Covid-19 Ngada Kantor BPBD Ngada, Kamis (15/5/2020). 

POS-KUPANG.COM - KEPALA Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kupang, Putu Alit Sudarma menegaskan siapa pun yang ingin bepergian ke luar daerah harus membawa surat keterangan bebas Covid-19.

"Pelaku perjalanan tanpa surat bebas Covid-19 tidak diperbolehkan berangkat," tegas Putu ketika dikonfirmasi via telepon, Minggu (18/5/2020).

Menurut Putu, mekanisme untuk bisa bepergian ke luar daerah dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Nomor 6689 Tahun 2020. "Intinya, para pelaku perjalanan baik darat, laut maupun udara harus bebas Covid-19," katanya.

4 Surat Penumpang Pesawat

Putu mengatakan, syarat mutlak seseorang bisa bepergian di tengah pandemi Covid-19, yaitu harus memiliki surat bebas Covid-19. Minimal yang bersangkutan menunjukan hasil rapid diagnostic test (RDT) menyatakan yang bersangkutan non reaktif.

"Harus ada hasil rapid test. Itu bisa diurus di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta," ujar Putu.

Marius Bantah Perawat Terpapar Corona

Surat berisi hasil rapid test tersebut dicek dan didata oleh petugas KKP yang bertugas di bandara dan pelabuhan laut untuk selanjutnya diterbitkan klirens kesehatan oleh KKP.

Meski sudah mengantongi surat bebas Covid-19, petugas KKP tetap melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

"Karena begini, bisa saja dia mengurus surat keterangan bebas Covid-19 dua atau tiga hari sebelumnya. Jadi di KKP kami menerbitkan health learance (klirens kesehatan), dengan mengukur suhu tubuh, saturasi oksigen dan anamnese tentunya, dengan itu baru bisa berangkat," papar Putu.

Mengenai masa berlaku surat bebas Covid-19, Putu mengatakan, maksimum satu minggu. Apabila sudah lewat jangka waktu dan pemilik surat masih mau bepergian maka harus kembali menjalani rapid tes.

"KKP memang punya alat rapid test, namun itu hanya khusus untuk tracing kontak. Nah tracing kontak itu ukurannya, kita yang menilai. Tapi tetap harus membawa hasil RDT dan surat keterangan dari fasiltas pelayanan kesehatan," terang Putu. (kk)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved