Selasa, 5 Mei 2026

Harimau Turun Gunung Leuser Masuki Pemukiman Warga: 1 Mati, 1 Terluka & 4 Hilang, Simak Info

Seekor harimau turun dari hutan Gunung Leuser dan masuk ke pemukiman warga di Dusun Penampean, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten L

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
Dwi Oblo/National Geographic Indonesia
Ilustrasi - Dua Harimau Bonbin Mangkang Semarang Lepas dari Kandang, Sembunyi di Gorong-Gorong, Simak Videonya! 

Sementara itu, dilansir gunungleuser.or.id dalam berita berjudul 'Konflik Harimau di Bohorok, Petugas dan Masyarakat Siaga' pada 18 Mei 2020, ditulis bahwa petugas Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser Wilayah V Bohorok menerima laporan  dari warga Dusun Penampean, Desa Sei Musam, Kec. Batang Serangan, bahwa ternak sapi miliknya dimangsa harimau Sumatera, sebut saja HS Pada Selasa (12/5/2020),.

Memverifikasi laporan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung di TKP.

Benar saja, ditemukan 1 ekor sapi dalam kondisi sudah mati di semak-semak dan 1 ekor lainnya terluka parah. Menurut informasi salah seorang pemilik sapi, masih ada 4 ekor lagi yang belum diketahui keberadaannya.

Untuk mengamankan situasi, Kepala SPTN Wil-V Bohorok pada Rabu (13/5) mengirimkan tim yang terdiri dari 7 personil untuk berjaga dan memasang kamera jebak.

Masyarakat, mitra dan volunter juga turut serta dalam patroli malam pengamanan di TKP.

Keesokan harinya, petugas mengambil hasil rekaman kamera jebak dan berkoordinasi dengan Forkompimcam, BBKSDASU, Mitra, Camat Batang Serangan, Polsek dan Koramil Batang Serangan serta pihak Desa Batu Tingling melalui rembuk untuk memaparkan tindakan yang dilakukan oleh petugas dan rencana tindak lanjutnya.

Memperhatikan laporan-laporan sebelumnya, dugaan penyebab kehadiran HS di lokasi kejadian adalah jarak pengembalaan ternak sapi atau TKP dengan kawasan terlalu dekat yaitu kurang lebih 1 km.

Petugas dengan melibatkan BBKSDASU, WRU, Volunteer dan masyarakat setempat melakukan  penghalauan terhadap HS sebanyak 2 kali yaitu pada Kamis (14/5) sore hari dan Jumat (15/5) pagi hari.

Tahapannya, mengumpulkan bagian sapi yang belum dihabiskan oleh HS,  lalu membakar sisa bagian sapi tersebut sebagai uji coba. Sedangkan cara yang dilakukan untuk menghalau HS adalah dengan mengeluarkan bunyi-bunyian dari alat seperti peledakan mercon, senjata api dan meriam rakitan.

Setelah penghalauan pertama dilakukan, petugas menemukan jejak HS berupa bekas tapak yang masih segar menuju hutan.

Ilustrasi harimau
Ilustrasi harimau ((VIA Indianexpress ) NEW DELHI)

Namun, pada penghalauan kedua ditemukan kembali tapak baru HS di areal yang berbeda dengan areal yang dilakukan sebelumnya. Areal ini berbatasan dengan perusahaan PT. Seroja.

Sampai berita ini dirilis, petugas masih melakukan penjagaan dan pengusiran bertahap dari berbagai arah dengan memperhatikan informasi warga dan jejak-jejak baru yang ditemukan.

Pada jejak dan lokasi yang diduga persembunyian HS, dibuat api (dengan terlebih dahulu mengaturkan agar api tidak menjalar) di beberapa tempat untuk membuat ciut nyali si Raja Rimba.

Tulisan sumber asli bisa disimak di sini. KLIK DI SINI.

Sisa 100 di Harimau Gunung Leuser

Sumber: Surya Malang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved