Pasien Covid Tranmisi Bertambah

Gugus Tugas Ende Isolasi Warga Numba di Nangapanda, Sudah Ada yang Positif Covid-19 Klaster Gowa

Lanjutnya, mereka juga disediakan rumah khusus untuk ditinggalli. "Ada rumah khusus. Jadi tinggal di situ," ungkapnya.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD Kabupaten Ende, Selasa (19/5/2020). 

Menurutnya, selain untuk tracing yang kontak erat dengan pasien Covid-19, alat rapid tes juga untuk rapid tes para petugas, perawat, bidan dan dokter di RSUD Ende.

Dia katakan rapid tes terhadap petugas, perawat, bidan dan dokter akan dilakukan pada tanggal 26 April 2020. "Bukan hanya perawat, bidan dan dokter, tapi juga petugas kebersihan, petugas oksigen sampai sopir, total bisa dua puluh orang," ungkapnya.

"Terkait ruang isolasi, yah saat ini kita punya tujuh ruang isolasi, tentu kita lakukan pengembangan lagi dan saat ini tengah dikerjakan," tambahnya.

Dia tegaskan rapid tes terhadap seluruh perawat, bidan, petugas dan dokter dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Mengenai keamanan para perawat bidan dan dokter, dr. Aries katakan, mereka melakukan pengamanan ganda.

Menurutnya, untuk melindungi diri saat menangani pasien Covid-19, mereka mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) level tiga. "Kami harus sesuai protap, ketika kami masuk ke ruang isolasi pasien Covid-19, kami kenakan APD level tiga," ungkapnya.

Menurutnya ruang isolasi yang baru di RSUD Ende merupakan ruang isolasi yang berstandar. "Artinya ada ruang antar room dimana ada kamar mandi ada showernya, kami sediakan juga sabun sampo di situ," ungkapnya.

Dia jelaskan, usai menangani pasien mereka harus melepaskan APD di tempat khusus yang sudah disediakan.

Selanjutnya, mereka berpindah ke ruang lain, yakni kamar mandi, pintu kamar mandi didorong pakai siku. Di Kamar mandi mereka harus membersihkan diri. "Mandi dari ujung kaki hingga kepala menggunakan sabun dan sampo pakai air mengalir, dari shower," ungkapnya.

Mereka lalu masuk ke satu ruangan lagi, untuk mengganti baju baju. Setelah itu mereka menggunakan handsanitizer di tangan. "Jadi dobel-dobel pengamanannya baru kita bisa keluar," ungkapnya.

Lanjutnya, mereka juga disediakan rumah khusus untuk ditinggalli. "Ada rumah khusus. Jadi tinggal di situ," ungkapnya.

Terkait aktivitas di rumah sakit, pasca adanya pasien Covid-19, dr. Aries mengatakan sejak masifnya penyebaran virus corona atau covid-19 di Tanah Air Bupati Ende surat mengeluarkan instruksi tidak ada kunjungan ke RSUD Ende.

"Tidak ada kunjungan ke Rumah Sakit jam berapa pun kecuali penjaga yang memakai kartu jaga dan kami di RSUD Ende hanya ada dua penjaga. Jadi tidak usah datang ke rumah sakit kalau hanya datang untuk kunjung, demi kebaikan kita bersama dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Ende, dr. Muna Fatma di Kantor Bupati Ende megatakan, alat rapid yang yang ada tidak diperuntukkan bagi masyarakat pelaku perjalanan, tapi dikhususkan untuk tracing kontak oleh Gugus Tugas.

Anak Anak Rentan Terpapar Covid-19, Kini NTT Punya 3 Kasus Anak Positif Covid-19

"Jadi fokus kita adalah tracing kontak demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende ini. Yang jelas, dengan adanya penambahan pasien positif Covid-19, pihaknya akan terus lakukan tracing kontak," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved