Renungan Katolik: Memaknai Surat-surat dari Molokai-Hawaii (7) Vos Testimonium:Kamu Harus Bersaksi
para misionaris di masa awal tentu saja menemui tantangan dan kesulitan tersendiri Setida-tidaknya itulah yang dialami para misionaris.
Semua orang katolik yang telah menerima sakramen baptis diutus untuk memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus yang diimani. Kesaksian melalui pewartan dan terutama melalui teladan hidup, kebajikan dan pelayanan kepada sesama dalam tata dunia.
Pater Damian de Veuster dan para misionaris religius maupun awam katolik di Molokai- Hawaii telah berusaha memberikan kesaksian tentang Yesus yang diimaninya.
Baik dalam situasi penerimaan yang menggembirakan maupun dalam kondisi penolakan, keterbatasan dan saat sakit. Seringkali pertentangan dan penolakan terjadi di lapangan - daerah misi karena belum terbangun komunikasi dan pemahaman satu dengan yang lain.
Dialog persaudaraan yang tulus dan bersinergi demi menghadirkan kebaikan banyak orang dapat mempertemukan para pihak yang berkepentingan. Kita dapat belajar dari sejarah perkembangan gereja perdana.
Penuh tantangan dan dinamika. Bahkan banyak orang telah rela berkorban sebagai martir karena membela imannya kepada Kristus.
“ Darah para martir adalah benih iman bagi pertumbuhan Gereja”.
Semoga kita semua tetap berkanjang memberi kesaksian tentang Kristus yang diimani dalam aktivitas hidup keluarga, komunitas, masyarakat dan bangsa.
Sebab Gereja katolik Paska Konsili Vatikan II, diutus ke tengah dunia untuk berdialog dan mengembangkan spirit oikumene bersama agama-agama lain serta aliran kepercayaan, demi menciptakan toleransi dan harmonitas hidup bersama serta mengusahakan damai sejahtera bagi dunia.
Doa : Ya Tuhan rahmati kami agar mampu bersaksi menjadi garam dan terang dunia,serta mampu pula membangun dialog kehidupan, amin. (*)