GPS Minta Pemkot Kupang dan Pemkab Kupang Kolaborasi Atasi Masalah Sampah di Jembatan Petuk II
terus berupaya untuk melakukan aksi bersih sampah dan tetap mengingatkan masyarakat bahwa masalah sampah tak boleh dilupakan.
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Rosalina Woso
GPS Minta Pemkot Kupang dan Pemkab Kupang Kolaborasi Atasi Masalah Sampah di Jembatan Petuk II
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, masalah sampah hampir luput dari pandangan.
Gerakan Peduli Sampah (GPS) Kupang yang aktif peduli pada persoalan sampah di Kota Kupang sejak 12 bulan terakhir pun terus berupaya untuk melakukan aksi bersih sampah dan tetap mengingatkan masyarakat bahwa masalah sampah tak boleh dilupakan.
Dalam aksi bersih sampah di Jembatan Petuk II, Sabtu (16/5/2020), Orson Basoeki selaku koordinator GPS menjelaskan, aksi yang dilakukan ialah bentuk imbauan kepada masyarakat sekitar untuk mengubah perilaku membuang sampah secara sembarangan.
"Ini jembatan bagus. Wajah Kota Kupang. Bisa bayangkan orang dari bandara masuk ke kota lewat sini dan melihat sampah bertebaran seperti ini?" heran Orson.
Menyikapi situasi tersebut, lanjut Orson, GPS akan berkoordinasi dengan Polsek Maulafa yang tak jauh dari lokasi tersebut untuk meminta dukungan berupa kontrol keamanan di tempat tersebut.
Selain itu, sebagai daerah perbatasan, perlu adanya kolaborasi baik antara Pemkot Kupang dan Pemkab Kupang.
"Saya sebagai koordinator GPS mengimbau Pemkot Kupang dan Pemkab Kupang agar berkolaborasi; kita sama-sama bersihkan sampah di sepanjang jalan ini. Kami tidak bicara saja; kami berbuat nyata," jelas Orson.
Kegiatan pembersihan sampah dilakukan GPS setiap hari Sabtu.
Sebelum pembersihan, GPS melakukan survei untuk melihat titik lokasi yang sering menjadi keluhan warga dan tidak terjangkau dalam peta kebersihan kota.
Kini, GPS memiliki anggota aktif dan relawan yang turut hadir dalam setiap kegiatan pembersihan sampah.
Aksi GPS itu pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya Padron Paulus yamg mengungkapkan dukungannya atas aksi GPS.
Padron yang ikut dalam kegiatan bersih sampah tersebut menilai, aksi GPS juga turut membantu pemerintah dalam membersihkan lingkungan Kota Kupang.
Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang ini pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarang.
"Kalau bisa sampah-sampah bisa simpan di plastik dan buang di tempat pembuangan sampah sementara, jangan di Jembatan Petuk II ini. Di sini ada bangkai binatang dan sebagainya. Itu yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit," kata Padron.
• Adakah Perbedaan Penanganan Pasien Covid-19 Tanpa Gejala dan yang Bergejala ? Begini Penjelasannya
• Moms, Kenali Penyebab Tekanan Darah Rendah Selama Kehamilan
• Renungan Katolik: Memaknai Surat-surat dari Molokai-Hawaii (7) Vos Testimonium:Kamu Harus Bersaksi
• Bupati Stefanus Bria Seran Kagumi Usaha Jambu Mete dan Keindahan Alam di Kobalima
• Anda Sering Alami Sakit Kepala? Sembuhkan dengan 5 Tips Praktis Tanpa Minum Obat, Fokus Nomor 3 & 5
Harapan yang sama juga dilontarkan anggota GPS Merlon Fanggidae.
Ia berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan dan bekerja sama untuk peduli pada kebersihan di Kota Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)