News

Jika Pasien Covid-19 Terus Bertambah, RSUD Komodo tak Terima Pasien Umum, Mereka Rawat di RS Ini

RSUD Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), tidak menerima pasien umum jika pasien positif Covid-19 di daerah itu terus bertambah.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Benny Dasman
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Salah satu pasien yang rawat di RSUD Komodo Labuan Bajo, beberapa waktu lalu. 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Gecio Viana

POS KUPANG, COM, LABUAN BAJO - Rumah Ssakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), tidak menerima pasien umum jika pasien positif Covid-19 di daerah itu terus bertambah.

Demikian Surat Keputusan Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula, yang telah dikeluarkan beberapa waktu lalu. "Hal tersebut merupakan salah satu cara penanganan pandemi Covid-19," ujar
Plh Sekda Mabar, Ismail Surdi, di ruang kerjanya, Kamis (14/5) siang.

"Bilamana pasien positif Covid-19 di RSUD Komodo Labuan Bajo banyak, nanti kami akan tutup rumah sakit tersebut untuk pelayanan pasien umum. Jadi, full (penuh) untuk pelayanan pasien Covid-19," ungkap Ismail.

Dijelaskannya, saat ini manajemen rumah sakit telah menyediakan sebanyak 37 tempat tidur untuk pelayanan kesehatan dan penanganan pasien Covid-19.

Sementara itu, jika kebijakan tersebut dilakukan, maka para pasien umum yang tengah dirawat di rumah sakit akan dipindahkan ke Puskesmas Labuan Bajo, RS Siloam dan Klinik St Yoseph Labuan Bajo.

Ketiga sarana kesehatan tersebut telah mengonfirmasi siap untuk melayani pasien jika kebijakan tersebut dijalankan. "Tapi belum sekarang," ungkapnya.

Sementara itu, pihak Pemda Mabar juga menyediakan rumah karantina terpadu di dekat GOR Labuan Bajo untuk pasien Covid-19.

"Ada empat kamar isolasi dan satu kamar yang dapat digunakan untuk 10 orang. Sedangkan GOR kami belum pakai, walaupun ada kamar berukuran besar yang dapat menampung lima orang dan tersedia listrik dan air," ujarnya.

Selain itu, lanjut Ismail, saat ini Pemda Mabar memiliki kurang lebih 800 rapid test. Sebelumnya, Pemda Mabar mendapatkan kiriman sebanyak 1.250 rapid test dan telah digunakan.

Rapid test telah digunakan untuk para pelaku perjalanan dan warga yang pernah melakukan kontak dengan para pasien positif Covid-19 di daerah itu.

Saat terkonfirmasi positif rapid test, selanjutnya dilakukan pengambilan sampel swab untuk dikirimkan ke Kupang.

"Kami masih koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, kapan waktunya pengiriman sampel swab," terang Ismail. &

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved