Indonesia Borong Senjata Kelas Berat untuk TNI Hadapi China di LCS,ini Daftarnya ada yangDari Israel
Semua alutsista tersebut guna memperkuat TNI yang berada di garda terdepan mempertahankan tiap jengkal wilayah NKRI
Indonesia Borong Senjata Kelas Berat untuk TNI Siap Hadapi China di Laut China Selatan, Lihat Daftarnya
POS KUPANG.COM -- Tensi tinggi di peraitan Laut China Selatan atau LCS memaksa negara-negara yang bersinggugan langsung dengan perairan ini memperkuat militer di negara masing-masing
Indonesia yang memiliki Pulau Natuna bersama dengan laut Natuna Utara juga memiliki kepentingan untuk mempertahankan wilayah ini
Dengan semboyan NKRI harga mati maka tak sejengkalpun wilayah Indonesia dirampat oleh negara asing
Untuk kepentingan itu, Indonesia tak segan memborong beragai jenis senjata mulai dari kelas ringan hingga kelas berat
Semua alutsista tersebut guna memperkuat TNI yang berada di garda terdepan mempertahankan tiap jengkal wilayah NKRI
• Foto Mesra Syahrini dengan Pria Lain Tersebar, Natizen Luna Maya Lebih Baik Hingga Singgung Harta
• ZODIAk CINTA & ASMARA,Ramalan Zodiak Cinta ,Jumat 15 Mei 2020, Virgo 2 Pilihan,Scorpio Cinta Memudar
• China Tembakkan Rudal Nuklir Bawah Laut Terbarunya yang Bisa Sampai ke AS, Bikin Gentar Paman Sam
• Adik Artis Korea Masuk Islam Ikut Jejak Sang Kakak, Bahagia Saat Puasa Ramadhan Pertama
Gesekan Indonesia dengan China terkait klaim Negeri Tirai Bambu terhadap perairan Natuna Utara beberapa waktu lalu mungkin menjadi salah satu pertanda.
Pertanda bahwa penguatan alusista bagi TNI tak bisa ditunda-tunda lagi.
Melalui kekuatan TNI, Indonesia harus bisa mempertahankan wilayah kedaulatannya.
Dalam peristiwa Natuna, China dengan berani mendatangkan Coast Guard dan Fregat kelas berat Jiangkai II class untuk sekedar mengukur kesiapsiagaan angkatan perang Indonesia.
Untung saja, TNI dengan sigap mengirim satuan tempur siap perang demi meladeni agresivitas China.
Maka dari itu, keberanian prajurit harus dibarengi dengan peralatan tempur mumpuni masa kini.
Mengutip sipri.org, Kamis (12/3/2020), lembaga independen asal Swedia, Stockholm International Peace Research Institute atau disingkat SIPRI bekerja di bidang penelitian konflik, persenjataan, kontrol dan pelucutan senjata.
Lembaga tersebut menyediakan berbagai data, analisis, serta rekomendasi yang didasarkan pada sumber terbuka.
Salah satu pekerjaannya ialah membuat laporan transfer senjata di dunia dari berbagai negara.