Indonesia Borong Senjata Kelas Berat untuk TNI Hadapi China di LCS,ini Daftarnya ada yangDari Israel

Semua alutsista tersebut guna memperkuat TNI yang berada di garda terdepan mempertahankan tiap jengkal wilayah NKRI

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Prajurit TNI AL di atas KRI Tjiptadi-381 saat mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1/2020). 

Indonesia Borong Senjata Kelas Berat untuk TNI Siap Hadapi China di Laut China Selatan, Lihat Daftarnya

POS KUPANG.COM -- Tensi tinggi di peraitan Laut China Selatan atau LCS memaksa negara-negara yang bersinggugan langsung dengan perairan ini memperkuat militer di negara masing-masing

Indonesia yang memiliki Pulau Natuna bersama dengan laut Natuna Utara juga memiliki kepentingan untuk mempertahankan wilayah ini

Dengan semboyan NKRI harga mati maka tak sejengkalpun wilayah Indonesia dirampat oleh negara asing

Untuk kepentingan itu,  Indonesia tak segan memborong beragai jenis senjata mulai dari kelas ringan hingga kelas berat 

Semua alutsista tersebut guna memperkuat TNI yang berada di garda terdepan mempertahankan tiap jengkal wilayah NKRI

Foto Mesra Syahrini dengan Pria Lain Tersebar, Natizen Luna Maya Lebih Baik Hingga Singgung Harta

ZODIAk CINTA & ASMARA,Ramalan Zodiak Cinta ,Jumat 15 Mei 2020, Virgo 2 Pilihan,Scorpio Cinta Memudar

China Tembakkan Rudal Nuklir Bawah Laut Terbarunya yang Bisa Sampai ke AS, Bikin Gentar Paman Sam

Adik Artis Korea Masuk Islam Ikut Jejak Sang Kakak, Bahagia Saat Puasa Ramadhan Pertama

Gesekan Indonesia dengan China terkait klaim Negeri Tirai Bambu terhadap perairan Natuna Utara beberapa waktu lalu mungkin menjadi salah satu pertanda.

Pertanda bahwa penguatan alusista bagi TNI tak bisa ditunda-tunda lagi.

Melalui kekuatan TNI, Indonesia harus bisa mempertahankan wilayah kedaulatannya.

Dalam peristiwa Natuna, China dengan berani mendatangkan Coast Guard dan Fregat kelas berat Jiangkai II class untuk sekedar mengukur kesiapsiagaan angkatan perang Indonesia.

Untung saja, TNI dengan sigap mengirim satuan tempur siap perang demi meladeni agresivitas China.

Maka dari itu, keberanian prajurit harus dibarengi dengan peralatan tempur mumpuni masa kini.

Mengutip sipri.org, Kamis (12/3/2020), lembaga independen asal Swedia, Stockholm International Peace Research Institute atau disingkat SIPRI bekerja di bidang penelitian konflik, persenjataan, kontrol dan pelucutan senjata.

Lembaga tersebut menyediakan berbagai data, analisis, serta rekomendasi yang didasarkan pada sumber terbuka.

Salah satu pekerjaannya ialah membuat laporan transfer senjata di dunia dari berbagai negara.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved