Lamanepa Terharu, Polisi Hibahkan Handpone Untuk Kuliah Daring Anaknya
Fortunatus terancam tak bisa mengikuti perkuliahan daring (online) karena tidak memiliki hape sebagai sarana perkuliahan
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Lamanepa Terharu, Polisi Hibahkan Handpone Untuk Kuliah Daring Anaknya
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Aloysius Lamanepa (58), warga RT 13/RW 08 Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tak menyangka, akan mendapat berkat saat kesulitan melilit keluarganya.
Kegelisahan dan kesusahan ia dan anak lelakinya, Fortunatus Roland Lamanepa (20) akhirnya sedikit teratasi berkat perhatian dari abdi negara, anggota polisi di Polda NTT.
Anaknya, Fortunatus terancam tak bisa mengikuti perkuliahan daring (online) karena tidak memiliki hape sebagai sarana perkuliahan. Pasalnya satu satunya hape milik mereka rusak bahkan sebelum perkuliahan online dimulai.
Ia memang sempat beberapa kali meminjam hape milik tetangga, tetapi kesulitan keuangan keluarganya membuat ia tak lagi bisa membeli paket data untuk kuliah online.
Mahasiswa semester III program studi Teknologi Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan Kelautan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang itu pun pasrah karena mereka tidak memiliki uang untuk memperbaiki hapenya yang rusak.
Ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap dan sudah dua tahun menderita sakit diabetes. Penyakit itu menyebabkan kaki kanan sang ayah luka dan bengkak serta sulit disembuhkan.
Sepeninggal ibu kandungnya, almarhum Rofina Nage, Fortunatus dan ayahnya kemudian hijrah ke Kota Kupang pada tahun 2014 lalu. Mereka hidup di rumah semi permanen yang dipetaki tiga kamar yang dibangun di atas lahan kosong milik orang.
Di situ, mereka hanya mengandalkan uang pensiun almarhum ibunya yang merupakan guru di SMPN 1 Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sebesar Rp 1,6 juta per bulan.
ari uang tersebut, mereka menyisihkan Rp 600 ribu untuk membiayai kredit sepeda motor karena jarak kampus dan rumah cukup jauh.
Terkadang mereka mendapat bantuan dari tetangga untuk makan sehari-hari. Tetangga pun rutin membantu Aloysius Lamanepa untuk ke rumah sakit mengobati sakit diabetes yang dialaminya.
"Saya sudah kredit sepeda motor dan belum lunas. Sekarang saya mau kredit handphone untuk Roland tetapi uang tidak cukup. Saat ini kami mengandalkan jagung untuk kebutuhan sehari-hari," kisah Aloysius Lamanepa pada Senin (11/5/2020).
Ia menaruh kasihan pada nasib anaknya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Cerita pilu Fortunatus belakangan didengar pula Aipda Muhammad Aris, SH dan adiknya Bripka Abdul Asis yang merupakan anggota Polisi di Polda NTT. Mereka iba terhadap kondisi Fortunatus dan ayahnya.
Bripka Abdul Asis pun mendatangi kediaman Aloysius Lamanepa pada Senin. Ia mendengarkan curhat dari Aloysius Lamanepa soal kehidupan mereka sehari-hari pasca ditinggal sang istri dan pasca ia menderita sakit diabetes.